Telaga Biru, 05 November 2025 — Hujan deras hampir tiap hari membuat pengecoran jalan rabat beton Satgas TMMD ke-126 Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo lambat. Target awal lima hari sebelum penutupan mundur karena cuaca tidak bersahabat. Meski begitu, semangat tetap menyala.
Membangun jalan bukan sekadar proyek, tapi amanah bagi warga. Namun, alam memiliki kehendaknya sendiri. Guyuran hujan membuat material sulit di olah, tetapi tekad untuk membuka akses transportasi tetap menjadi pegangan utama prajurit.
Sejak akhir Oktober, intensitas hujan tinggi jadi penyebab utama keterlambatan. Coran harus berhenti tiap air turun agar beton tetap kuat. Tanah licin juga menghambat alat berat, sehingga jeda cerah di manfaatkan sebaik mungkin untuk melanjutkan pekerjaan.
Setiap pagi, Satgas dan warga sudah hadir di lokasi. Begitu langit cerah, pekerjaan di mulai cepat. Saat hujan datang tiba-tiba, terpal menutupi coran, material di susun, adukan di siapkan, dan sinergi antara TNI serta masyarakat tetap berjalan meski basah kuyup.
Manfaat rabat beton tetap menjadi penyemangat. Jalan itu akan mempermudah mobilitas warga, mempercepat pengangkutan hasil panen, dan membuka akses ke pusat desa. Setiap tetes hujan seolah menjadi simbol bahwa pembangunan lahir dari keteguhan, bukan sekadar cuaca cerah.
Satgas berharap cuaca segera bersahabat agar pekerjaan selesai tepat waktu. Selain itu, pembangunan ini menjadi contoh kerja sama TNI dan rakyat. Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo menegaskan, semangat tidak boleh padam karena hujan, sebab kerja keras yang tulus akan memberi manfaat panjang.
Keterlambatan bukan karena kurang tenaga atau semangat, tapi ujian alam yang menuntut kesabaran. Satgas tetap bekerja, menyalakan molen, dan melanjutkan coran. Jalan rabat beton mungkin tidak selesai sesuai rencana awal, namun setiap langkah adalah bukti pengabdian untuk rakyat Desa Tonala.












