Telaga Biru, 6 November 2025 — Kibaran bendera Merah Putih memenuhi langit Tuladenggi. Barisan TNI, Polri, dan warga berdiri rapi di lapangan. Selain itu, upacara penutupan TMMD Ke-126 menandai berakhirnya program yang menyentuh kehidupan masyarakat selama 30 hari.
Suasana haru terlihat dari wajah warga. Di sisi lain, derap langkah pasukan berpadu dengan komando yang lantang. Momentum itu menegaskan kerja sama TNI dan rakyat selama sebulan penuh.
Brigjen TNI Hardo Sihotang menegaskan, TMMD bukan sekadar pembangunan fisik. Dengan demikian, program ini menumbuhkan kemandirian, kepedulian, dan persaudaraan. “Kita membangun karakter masyarakat, bukan hanya jalan atau jembatan,” ujarnya.
Hasil TMMD terlihat jelas. Selain itu, jalan baru dibuka, plat duiker dan pos kamling berdiri kokoh, rumah warga diperbaiki. Dengan begitu, kerja prajurit dan warga berjalan seiring dalam semangat gotong royong.
Tak hanya fisik, Satgas TMMD melaksanakan kegiatan nonfisik. Misalnya penyuluhan pertanian, ketahanan pangan, dan keterampilan warga. Dengan demikian, masyarakat mendapat bekal untuk tetap mandiri dan optimis setelah program berakhir.
Para prajurit hadir bukan sekadar pekerja, tetapi juga sebagai saudara. Selain itu, mereka makan bersama warga, ikut membantu di sawah, dan menyapa anak-anak dengan senyum hangat. Dari situ lahir persaudaraan yang kuat antara TNI dan rakyat.
Upacara ditutup doa bersama yang dipimpin Serka Laode Kalawara. Selain itu, senyum warga dan prajurit merekah saat meninggalkan lapangan. Jalan baru bukan sekadar sarana mobilitas, tetapi simbol nyata kebersamaan yang menumbuhkan semangat gotong royong di desa.












