Limboto, 24 November 2025 — Ribuan warga Gorontalo memadati Masjid Agung Baiturrahman Limboto untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Gorontalo ke-352. Mereka mengikuti dzikir, doa, dan ceramah agama sambil memohon keberkahan untuk masa depan daerah.
Letkol Arh Roma Laksana Yudha, S.Ap., M.Sos., Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo, hadir bersama jajaran pejabat daerah. Mereka duduk sejajar dalam barisan, menunjukkan kesederhanaan dan kesatuan hati. Kehadiran Dandim dan pejabat tersebut menegaskan sinergi nyata antara TNI dan pemerintah dalam menjaga kedamaian serta keharmonisan sosial.
Tidak hanya itu, Bupati Gorontalo H. Sofyan Puhi, S.T., Wakil Bupati H. Tonny S. Junus, dan Sekretaris Daerah Sugondo A. Makmur, S.Pd., M.H., ikut hadir aktif. Selanjutnya, unsur keamanan seperti Wakapolres Kompol Wanda Dhira Bernard dan Dansatradar Mayor Lek Rizki Nurachim memastikan kelancaran acara. Kehadiran tokoh agama, termasuk Habib Salim Aljufri dan Prof. Dr. Sofyan Kau, menambah kekhusyukan malam itu.
Dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dari qari, jamaah larut dalam hening yang syahdu, menghadirkan keteduhan di setiap hati. Kemudian, mereka meresapi bacaan dengan penuh khusyuk, memupuk rasa syukur yang mendalam. Setelah itu, Sekretaris Daerah Sugondo menyampaikan sambutan, menekankan bahwa ulang tahun daerah mencerminkan perjalanan panjang dan perjuangan masyarakat.
Sugondo menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Gorontalo harus menyeimbangkan aspek fisik dan penguatan moral serta spiritual warga. Oleh karena itu, kemajuan daerah perlu sejalan dengan kematangan iman masyarakat. Dengan pemahaman ini, jamaah mengerti bahwa pembangunan lahir-batin berjalan beriringan dan saling mendukung.
Kemudian, Sugondo mendorong warga lebih khusyuk dalam dzikir dan doa malam itu agar rasa syukur semakin kuat. Ia mengajak jamaah mendoakan keselamatan daerah dari bencana serta kepemimpinan yang amanah. Dorongannya membuat jamaah terlihat semangat, mereka kompak mengangguk dan mengaminkan doa bersama.
Setelah itu, Habib Salim Aljufri membuka sesi ceramah agama yang penuh makna. Ia mengajak ulama dan umara bekerja sama supaya pembangunan lahir dan batin berjalan selaras. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kemajuan daerah bergantung pada kemampuan warganya memelihara nilai luhur dan mempererat persaudaraan, bukan sekadar sejarah panjang.
Semakin larut malam, ribuan jamaah bersatu dalam dzikir dan doa yang bergema serentak. Takbir, tahmid, dan istighfar memenuhi masjid, menciptakan getaran spiritual yang mendalam. Akibatnya, beberapa jamaah menitikkan air mata, merasakan kehadiran Tuhan dan kebersamaan yang menghapus semua perbedaan.
Selain beribadah, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi lintas elemen masyarakat. ASN, tokoh agama, TNI-Polri, dan warga umum berinteraksi tanpa sekat. Dengan demikian, semangat gotong royong yang menjadi ciri khas Gorontalo kembali hidup, memperkuat tekad menjaga persatuan dan harmoni di tengah perubahan zaman.
Menjelang pukul 21.50 Wita, jamaah mengangkat tangan dengan khidmat untuk memohon keselamatan, kemakmuran, dan kepemimpinan yang bijaksana bagi Gorontalo. Mereka mengaminkan doa penutup secara serentak, sehingga rasa syukur dan kedamaian menyelimuti setiap peserta. Malam itu, masjid menjadi saksi kebersamaan dan kekuatan spiritual warga.
Akhirnya, dzikir dan doa bersama menandai awal semangat baru membangun Kabupaten Gorontalo yang religius, bermartabat, dan berlandaskan iman. Dari masjid itu, lahir harapan baru yang memantapkan cita-cita Gorontalo yang sejahtera di bawah doa, iman, dan persatuan. Suasana damai dan khidmat menutup malam dengan penuh keberkahan.












