Limboto, 26 November 2025 — Penyaluran benih padi Inpari 32 hari ini menyasar Kelompok Tani Tiladu 1 dan Tiladu 2. Kelompok pertama menerima 575 kilogram untuk 32 hektare, kelompok kedua 475 kilogram untuk 19 hektare. Sertu Ulis Sangadji dampingi proses hingga semua petani memperoleh haknya secara tepat dan adil.
Kegiatan pendampingan ini memperlihatkan sinergi nyata antara pemerintah daerah dan aparat TNI dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat desa. Petugas membagikan benih kepada setiap kelompok tani dengan menyesuaikan jumlah sesuai luas lahan mereka. Suharto Nteya, sebagai pemimpin Kelompok Tani Tiladu 1, menerima 575 kilogram benih untuk lahan seluas 32 hektare, sedangkan Ali Sunge, ketua Kelompok Tani Tiladu 2, memperoleh 475 kilogram benih untuk lahan 19 hektare. Pendekatan ini memastikan setiap petani menanam secara optimal dan meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah mereka.
Sertu Ulis Sangadji tampak Dari awal hingga akhir, setiap tahap pendistribusian benih diperiksa dengan cermat. Ia menata barisan petani, memantau pencatatan, dan memberikan arahan agar tidak terjadi kesalahan pembagian. Kehadirannya bukan sekadar pengawas, melainkan penghubung yang menjembatani komunikasi antara aparat desa, pemerintah, dan masyarakat.
Selain Babinsa, kegiatan ini juga didukung oleh sejumlah tokoh strategis dalam dunia pertanian. Ibu Hapsah Palilati, Koordinator BPP Kecamatan Limboto, aktif memberikan pengarahan teknis terkait pemanfaatan benih serta tata cara pengelolaan lahan yang efektif. Sementara Mantri Tani, Ibu Suparti Dukalang, bersama pejabat fungsional, Ibu Erfina, mendampingi langsung petani, mulai dari teknik penanaman hingga perawatan awal.
Rasa syukur terpancar jelas di wajah para petani, terutama Suharto Nteya dan Ali Sunge. Para petani memanfaatkan bantuan benih berkualitas sebagai peluang emas untuk meningkatkan hasil panen dan memperkuat ketahanan pangan keluarga serta desa secara keseluruhan. Seluruh peserta saling bertukar pengalaman, berbagi tips pertanian, dan memastikan distribusi benih berjalan adil. Kehangatan interaksi tersebut semakin menguatkan semangat kerja sama yang telah lama terjalin di desa.
Penyaluran benih padi varietas Inpari 32 berjalan lancar hingga pukul 10.05 Wita. Kesuksesan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Babinsa, pemerintah, dan petani memiliki dampak nyata bagi pembangunan pertanian. Sinergi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat rasa saling percaya dan gotong royong di antara warga desa.
Kegiatan ini mendorong setiap petani memanfaatkan lahan secara optimal, meningkatkan hasil panen, dan memperkuat ketahanan pangan desa. Pemerintah dan aparat membagikan benih padi varietas Inpari 32 sebagai bentuk nyata kepedulian kepada petani, yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan Kabupaten Gorontalo. Dukungan ini memotivasi para petani dan menumbuhkan optimisme mereka untuk terus berkontribusi membangun pertanian yang berkelanjutan.












