Gorontalo, 01 Januari 2026 — Api tiba-tiba membesar dan melahap rumah milik Maryam Pakaya, warga Dusun Satria, Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Musibah terjadi sekitar pukul 20.00 Wita dugaan sementara akibat arus pendek listrik di bagian kamar belakang.
Suasana berubah tegang ketika kepulan asap tebal muncul dari atap rumah korban. Nurul Mufida, saksi pertama, berteriak meminta pertolongan sehingga warga segera berdatangan membantu pemadaman.
Dalam waktu cepat, warga berhamburan membawa ember dan air seadanya untuk menahan api. Suara teriakan dan langkah tergesa terdengar di antara kepulan asap yang terus menghitam.
Pada saat hampir bersamaan, Ismail Pakaya ikut berlari ke lokasi setelah mendengar kabar kebakaran. Ia bersama warga lain bahu-membahu memadamkan api agar tidak merambat ke rumah tetangga.
Kobaran api semakin besar, namun warga tetap berjuang tanpa henti. Rasa cemas berubah menjadi semangat gotong royong yang menyatukan semua warga malam itu.
Tak berselang lama, Babinsa Koramil 1315-04/Tibawa, Sertu Agus Rukimin, tiba di lokasi dan langsung mengatur warga. Ia berkoordinasi dengan pemerintah desa agar proses pemadaman berjalan lebih aman dan terarah.
Dengan cepat, Sertu Agus membantu membuka akses air untuk mempercepat pemadaman. Kehadirannya menambah ketenangan warga yang terus bekerja menahan api agar tidak meluas.
Beberapa menit kemudian, dua unit mobil water cannon Brimobda Gorontalo dan satu mobil Damkar Kabupaten Gorontalo tiba. Petugas langsung menyemprotkan air ke titik api, dibantu warga dan Babinsa.
Kerja sama antara aparat dan masyarakat membuahkan hasil setelah hampir satu jam. Tepat pukul 21.25 Wita, api berhasil padam sepenuhnya dan situasi kembali terkendali.
Usai pemadaman, Sertu Agus bersama aparat desa memeriksa lokasi untuk memastikan tidak ada bara tersisa. Ia juga melaporkan kejadian tersebut ke komando atas sebagai bentuk laporan wilayah.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Meski begitu, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta akibat rumah dan isi terbakar habis.
Sebagai penutup, pemerintah desa berencana mengadakan sosialisasi keamanan listrik rumah tangga. Malam itu meninggalkan pelajaran berharga tentang pentingnya kewaspadaan dan kekompakan warga dalam menghadapi bencana.












