Personel Kodim 1315/Kab. Gorontalo Gotong Royong Bersihkan Lumpur Pasca Banjir Desa Tunggulo

oleh -287 Dilihat
banner 468x60

Gorontalo, 05 Januari 2026 — Banjir yang melanda Desa Tunggulo, Kecamatan Limboto Barat, menyisakan lumpur tebal di rumah dan jalan warga. Tumpukan tanah serta sampah masih terlihat di beberapa titik desa. Sejak pagi, prajurit TNI dan warga turun membersihkan lingkungan agar kondisi desa segera pulih.

Personel Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo bersama Yonif 824/Nani Wartabone mulai bekerja sejak pukul 07.00 Wita. Mereka mengangkat lumpur, menguras air, dan membersihkan rumah yang terendam. Suara sekop dan cangkul berpadu dengan tawa ringan warga, menghadirkan suasana kebersamaan di tengah sisa bencana.

banner 336x280

Di bawah pimpinan Lettu Inf. Liwang, S.H., Danramil 1315-02/Limboto, kegiatan karya bakti ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI. Menurutnya, bencana adalah ujian yang hanya dapat dilalui dengan semangat saling membantu. “Tidak ada yang bisa menolak bencana, tetapi kita bisa memilih untuk menolong sesama,” ujarnya saat memantau kegiatan.

Prajurit dan warga bekerja tanpa sekat. Ada yang mengangkat perabot, ada yang membersihkan parit agar air cepat surut. Setiap gerakan menunjukkan semangat gotong royong dan harapan untuk menata kembali kehidupan setelah banjir.

Kegiatan dimulai dengan apel dan doa bersama, lalu dilanjutkan pembagian tugas. Seluruh rangkaian berjalan tertib dan penuh semangat. Sebanyak 15 personel Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo dan 30 personel Yonif 824/Nani Wartabone terlibat dalam kegiatan ini.

Lettu Liwang menegaskan, TNI akan selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat warga menghadapi kesulitan. Ia berharap kegiatan ini dapat meringankan beban dan memberi semangat baru bagi warga Desa Tunggulo.

Kini, meski lumpur belum sepenuhnya hilang, semangat warga mulai tumbuh kembali. Senyum mereka menjadi tanda bahwa harapan tidak ikut hanyut bersama banjir.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *