Gorontalo, 8 Januari 2026 – Sertu Jemris K. Yalani hadir dalam Musdes Ulapato-B yang fokus pada pembahasan R-APBDes. Agenda juga menyoroti verifikasi penerima BLT Dana Desa Tahun Anggaran 2026. Babinsa menegaskan pentingnya transparansi dan ketepatan sasaran dalam pengelolaan dana desa.
Musdes dimulai pukul 09.00 Wita dan berjalan penuh antusias. Ketua BPD menegaskan perlunya partisipasi warga dalam pengawasan dana desa. Ia menyoroti pentingnya transparansi agar program tepat manfaat.
Kepala Desa Ulapato-B, Minarni, S.IP, menyampaikan sambutan dalam Musdes. Ia menegaskan pentingnya pembahasan R-APBDes sebagai dasar arah pembangunan desa. Penetapan penerima BLT menjadi poin utama yang mendapat perhatian masyarakat.
Kemudian Bripka Febri Ahmad, Babinkamtibmas, bersama anggota BPD dan LPM ikut menghadiri Musdes. Mereka berperan menjaga keterbukaan dan kelancaran jalannya kegiatan. Kasna Kuna, Pendamping Lokal Desa, memaparkan prosedur verifikasi calon penerima BLT.
Selanjutnya, dalam kesempatan itu, Sertu Jemris K. Yalani menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor. Ia menegaskan kesiapannya mendukung program desa yang berorientasi pada kesejahteraan warga. Babinsa menyatakan akan terus mendampingi pemerintah desa demi kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Warga mengapresiasi Musdes yang membahas penetapan penerima BLT Dana Desa. Mereka berharap hasil verifikasi mampu meringankan beban ekonomi keluarga. Keputusan akhir diharapkan adil dan membawa manfaat merata bagi masyarakat.
Selanjutnya, agenda utama Musdes membahas arah penggunaan anggaran desa tahun berjalan. Warga dan pemerintah desa menyoroti kebutuhan infrastruktur serta program pemberdayaan. Kesepakatan tercapai untuk memanfaatkan dana desa sebesar-besarnya bagi kepentingan umum.
Akhirnya dengan optimisme terhadap hasil Musdes untuk kemajuan desa. Sertu Jemris K. Yalani menekankan bahwa kemajuan hanya lahir dari kebersamaan. Ia yakin, sinergi warga dan pemerintah akan membawa Ulapato-B lebih maju.
Musyawarah Desa Ulapato-B menunjukkan praktik pengelolaan anggaran yang terbuka dan melibatkan warga. Model seperti ini membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat. Dengan harapan, desa lain di Kabupaten Gorontalo dapat meniru langkah positif ini.












