Gorontalo, 23 Juli 2026 – Dandim 1315/Kab. Gorontalo, Letkol Inf. Julius Jongen Matakena, S.H., menghadiri rapat pembahasan penyelesaian lahan eks HGU Pandan Sari di Desa Motilango, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Selanjutnya, forum berlangsung di Ruang Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo sebagai upaya mempercepat penyelesaian status lahan untuk rencana pembangunan batalyon. Dengan demikian, seluruh pihak mulai menyatukan langkah menuju penyelesaian yang terarah.
Rapat mempertemukan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Kodim 1315/Kab. Gorontalo, serta organisasi perangkat daerah terkait. Selain itu, setiap peserta menyampaikan pandangan sesuai tugas masing-masing guna menyamakan langkah. Alhasil, pembahasan berlangsung terbuka, terarah, dan menghasilkan kesepahaman awal.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, S.Pd., M.H., menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap program pemerintah pusat. Selanjutnya, pembentukan tim menjadi langkah awal guna mempercepat penyelesaian lahan bersama masyarakat penggarap. Oleh karena itu, proses selanjutnya di harapkan berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Dr. Nawir Tondako, M.E., menjelaskan kebutuhan lahan pembangunan batalyon mencapai sekitar 50 hektare. Namun demikian, lahan eks HGU Pandan Sari tersedia sekitar 42 hektare sehingga masih memerlukan alternatif tambahan. Selanjutnya, pemerintah daerah membuka peluang peninjauan lahan eks HGU lain.
Pembahasan rapat juga berfokus pada kelengkapan dokumen administrasi lahan sebagai dasar tahapan selanjutnya. Selain itu, seluruh peserta menilai dokumen yang lengkap mampu mencegah potensi sengketa. Dengan demikian, kepastian hukum bagi seluruh pihak dapat semakin kuat.
Forum rapat menyepakati pembentukan tim inventarisasi penguasaan lahan antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan Kodim 1315/Kab. Gorontalo. Selanjutnya, tim akan melaksanakan pendataan, verifikasi, serta pengumpulan informasi lapangan. Dengan begitu, setiap tahapan penyelesaian memiliki dasar yang jelas dan akurat.
Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait. Selanjutnya, sinergi tersebut menjadi modal penting dalam mempercepat penyediaan lahan. Dengan demikian, rencana pembangunan batalyon diharapkan berjalan lancar serta memberi manfaat bagi masyarakat Kabupaten Gorontalo.


















