Babinsa Boliyohuto dan Warga Tiohu Satu Langkah Lawan Stunting Melalui Edukasi dan Aksi Nyata

oleh -169 Dilihat
banner 468x60

Asparaga, 15 Oktober 2025 — Warga, aparat, dan tenaga medis hadir dalam kegiatan Rembuk Stunting. Kegiatan di mulai pukul 14.00 Wita dan menjadi bukti komitmen masyarakat menurunkan angka stunting. Selain itu, acara menegaskan pentingnya sinergi semua pihak.

Camat di wakili oleh Hamdam membuka kegiatan, di ikuti Kepala Puskesmas, dokter, Babinsa 1315-05/Boliyohuto, dan Polri. Sinergi lintas sektor ini memperkuat kesadaran masyarakat. Dengan demikian, upaya menyehatkan lingkungan desa berjalan lebih efektif.

banner 336x280

Babinsa Serka Laode Kalawara memberi dorongan moral kepada warga. Ia menekankan pembangunan jamban sehat harus di iringi perubahan perilaku. Selain itu, pendekatan humanis ini membuat masyarakat lebih aktif.

Diskusi hangat berlangsung antar kepala dusun dan kader kesehatan. Mereka membahas kebiasaan buang air sembarangan yang menjadi sumber stunting. Dengan demikian, muncul ide gotong royong membangun jamban sehat di tiap rumah.

Warga sepakat menggelar kerja bakti rutin. Mereka memperbaiki jamban rusak dan menutup jamban liar agar lingkungan bersih. Transisi dari perencanaan ke aksi nyata menunjukkan semangat gotong royong terus hidup.

Tim medis Puskesmas memberikan edukasi PHBS secara sederhana. Masyarakat diingatkan bahwa menjaga kebersihan bukan tugas pemerintah semata. Selain itu, kesadaran ini menjadi bagian dari pembinaan karakter desa.

Serka Laode menegaskan peran Babinsa melampaui pembangunan fisik. Ia mengatakan, “TNI hadir membangun kesadaran masyarakat, karena perubahan dimulai dari pola pikir.” Dengan begitu, Rembuk Stunting menjadi langkah nyata menuju desa sehat dan tangguh.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *