Gorontalo, 04 Januari 2026 – Sejak pagi, tim Basarnas bersama Babinsa Koramil 1315-05/Boliyohuto kembali menyusuri Sungai Paguyaman, Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, mencari dua warga hanyut Sabtu sore. Cuaca cerah memberi semangat baru bagi tim yang bergerak cepat menembus arus deras sejak matahari muncul di ufuk timur.
Sebelum penyisiran di mulai, Praka Iskandar menyiapkan perahu karet serta alat penyelamat. Suara gemericik sungai dan arahan tim menjadi pengiring langkah awal pencarian yang penuh harap.
Pergerakan berlanjut dari titik awal menuju area yang di duga tempat korban terseret. Sebagian anggota menempuh jalur tebing licin untuk memastikan seluruh wilayah terjangkau.
Sementara itu, warga dan aparat desa ikut membantu memberi petunjuk tentang arah arus dan lokasi terakhir korban terlihat. Kerjasama itu menambah keyakinan tim untuk terus melanjutkan upaya meski medan cukup berat.
Kedua korban, Sumitra Isini (27) dan Akbar Diangi (9), warga Dusun Pendain, Desa Ambara, Kecamatan Dungaliyo, masih belum di temukan. Waktu terus berjalan, namun semangat pencarian tetap terjaga di tengah harapan keluarga.
Arus kuat dan air keruh membatasi pandangan, tetapi tekad petugas tidak goyah. Mereka menjaga keselamatan sambil mengatur langkah agar pencarian tetap terarah dan aman.
Selain Basarnas dan Babinsa, relawan bersama masyarakat menyediakan logistik dan akses bagi tim. Kerjasama lintas unsur itu memperlihatkan rasa persaudaraan yang tumbuh di tengah ujian.
Menjelang sore, penyisiran bergerak ke arah hilir, di bantu penerangan tambahan dari pos terdekat. Harapan menemukan korban terus menyala, sementara doa warga Desa Motoduto mengiringi langkah setiap pencari.












