Gorontalo, 2 Maret 2026 — Arus Sungai Paguyaman yang deras menyeret warga Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo. Tanpa menunggu perintah, Babinsa Koramil 1315-05/Boliyohuto, Praka Iskandar, segera turun bersama warga membantu pencarian korban.
Samad Hadji Djafar, petani berusia 58 tahun, berusaha menyeberang sambil menuntun sapi yang masih terikat pada gerobak berisi hasil panen. Meskipun arus kuat mengancam, ia tetap melangkah perlahan menuju seberang karena ingin membawa kelapa hasil kebun.
Namun, keputusan untuk tetap menyeberang tanpa melepas tali pengikat membawa malapetaka. Arus deras membuat gerobak terseret, dan dalam sekejap korban kehilangan keseimbangan hingga terbawa derasnya air sungai.
Saksi mata, Saleh Hadji Djafar, sempat meneriaki korban agar berhenti, namun suara gemuruh air menelan teriakannya. Dalam waktu singkat, warga yang melihat kejadian itu berlarian menuju sungai mencoba memberi pertolongan.
Tidak lama kemudian, Babinsa tiba di lokasi bersama aparat desa. Ia langsung berkoordinasi dengan Basarnas dan kepolisian, serta mengatur strategi pencarian bersama warga yang turut membawa perahu untuk menelusuri arus sungai.
Upaya pencarian berlangsung penuh tantangan karena terik matahari dan arus makin deras. Namun, semangat para petugas dan warga tidak surut, bahkan semakin banyak yang datang untuk membantu dengan rasa kebersamaan yang kuat.
Tim gabungan menggunakan perahu karet menyusuri aliran sungai dari hulu ke hilir. Sementara itu, Babinsa terus berkomunikasi dengan warga, memastikan langkah tim berjalan aman dan setiap sektor terpantau dengan baik.
Menjelang malam, pencarian masih berlanjut meski korban belum ditemukan. Semua pihak tetap berharap aliran Sungai Paguyaman segera mengembalikan Samad Hadji Djafar ke keluarganya, menutup duka dengan doa dan keikhlasan bersama.












