Babinsa Koramil Tabongo Bersama Warga Sigap Padamkan Api Membesar Mengancam Gedung SMPN 01 Batudaa Pagi Hari

oleh -111 Dilihat

Gorontalo, 6 Maret 2026 – Kebakaran Gedung SMPN 01 Batudaa membuat pagi Desa Pilobuhuta mendadak gaduh. Serda Firman Babinsa Kodim 1315 Sekitar 03/Tabongo segera menuju lokasi. Kehadirannya memperkuat warga menahan kobaran api yang cepat menyebar dan menandai respons cepat sejak awal.

Sekitar pukul 07.00 Wita, Jemi Puluhulawa mendapat kabar dari warga yang menyapu jalan tentang api yang muncul di sekolah. Ia keluar rumah dan melihat kobaran api membesar dari ruang guru. Tanpa menunda, ia mendatangi rumah Oskar Bajuka agar informasi cepat tersampaikan ke pihak yang tepat.

Api yang menyebar terasa panas hingga halaman rumah Oskar Bajuka, memaksa mobil yang terparkir segera dipindahkan. Ia memanggil warga sekitar dan menghubungi Babinsa, Babinkamtibmas, serta aparat desa. Transisi cepat dari laporan ke tindakan nyata membuat respons awal berjalan efektif.

Sekitar pukul 07.20 Wita, mobil pemadam kebakaran Kabupaten Gorontalo tiba dan langsung menyalurkan air ke titik api yang terus membesar. Babinsa dan warga tetap fokus menahan penyebaran agar kobaran tidak merambet ke gedung lain. Upaya kolaboratif semua pihak terbukti cepat dan terkoordinasi.

Babinsa Koramil Tabongo berkoordinasi dengan guru dan staf sekolah untuk memastikan semua siswa dan guru aman. Komunikasi lancar dengan aparat desa membuat bantuan tambahan cepat tiba di lokasi. Langkah ini menahan api agar tidak merembet ke bangunan lain dan memperkuat pengamanan.

Meski kebakaran berlangsung singkat, kerusakan properti diperkirakan mencapai Rp 500 juta. Tidak ada korban jiwa, namun dampak materiil cukup signifikan. Dugaan sementara muncul dari korsleting ruang kepala sekolah, menurut pengamatan Babinsa saat kejadian.

Pemadaman ini menegaskan sinergi Babinsa, aparat desa, dan warga sekitar. Semua pihak bergerak terkoordinasi untuk mengendalikan api, meminimalkan risiko kerusakan lebih luas. Transisi dari laporan awal ke aksi nyata membuktikan kesiapsiagaan komunitas.

Hingga api padam sepenuhnya, Babinsa tetap berada di lokasi memeriksa titik panas yang tersisa. Warga pun di bimbing agar menjaga keamanan dan kewaspadaan lingkungan sekolah. Peristiwa ini menjadi pengingat penting kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di masa mendatang.

Secara keseluruhan, respons cepat Babinsa dan keterlibatan warga berhasil mengendalikan api secara efektif. Kerugian lebih besar berhasil di cegah, dan keselamatan semua pihak tetap terjamin. Kejadian ini menjadi contoh nyata kolaborasi aparat keamanan dan masyarakat saat menghadapi situasi darurat.