Gorontalo, 10 Desember 2025 — Musyawarah di Aula Kantor Desa Hulawa menegaskan semangat gotong royong warga dan aparat desa. Selain itu, peserta bersatu membahas dan menetapkan AD/ART sebagai langkah strategis menuju tata kelola desa yang lebih baik. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi simbol nyata kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah desa.
Selanjutnya, musyawarah yang dimulai pukul 16.45 Wita dihadiri warga, aparat desa, dan perwakilan TNI. Babinsa Koramil 1315-01/Telaga, Serda Ruslianto Bukoting, hadir mewakili Danramil untuk memperkuat sinergi TNI dengan pemerintah desa. Kehadirannya menegaskan peran aktif TNI dalam mendukung tata kelola dan pembangunan desa.
Selain itu, suasana musyawarah terasa akrab dan terbuka, memberi ruang bagi peserta menyampaikan pendapat dan saran. Hadir pula Bunda Hulawa, Jamaluddin Bobihu, Ketua BPD Dr. Suwitno Y. Imran, S.H., M.H., serta tokoh perempuan Herlina Lihawa yang memberikan masukan berharga. Kehadiran tokoh-tokoh ini menambah kualitas diskusi dan memperkuat partisipasi warga.
Lebih lanjut, Kepala Desa menegaskan bahwa penyusunan AD/ART menjadi upaya strategis memperkuat kelembagaan dan kemandirian warga. Dengan demikian, musyawarah ini tidak sekadar formalitas, tetapi juga sarana membangun kesadaran bersama. Hal ini menjadi landasan bagi pengambilan keputusan yang efektif.
Selanjutnya, peserta membedah satu per satu draf AD/ART yang telah disusun tim desa. Setiap warga bebas menyampaikan pandangan, dan suasana kekeluargaan terasa kuat saat mereka saling bertukar pendapat. Proses ini menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi fondasi keputusan bersama.
Selain itu, Babinsa Serda Ruslianto Bukoting menyampaikan rasa bangganya atas partisipasi aktif warga Hulawa. Ia menegaskan bahwa TNI akan terus bersinergi dengan pemerintah desa untuk membangun masyarakat sejahtera dan berkeadilan. Pernyataan ini menegaskan dukungan nyata TNI dalam kegiatan pembangunan desa.
Selanjutnya, musyawarah tidak hanya membahas AD/ART, tetapi juga memperlihatkan kebersamaan hangat antara warga dan aparat desa. Mereka saling bertukar gagasan untuk menemukan solusi terbaik bagi kepentingan bersama. Hal ini menegaskan bahwa komunikasi dan kerja sama menjadi kunci keberhasilan pengelolaan desa.
Menjelang akhir kegiatan, seluruh peserta duduk bersama menandatangani berita acara dengan senyum dan rasa bangga. Kesepakatan itu bukan sekadar tanda tangan, tetapi simbol persatuan dan komitmen warga untuk memajukan desa mereka. Tindakan ini memperlihatkan bahwa musyawarah memiliki nilai sosial dan kebersamaan yang tinggi.
Dengan demikian, Musyawarah Desa ini kembali menghadirkan denyut kebersamaan di Desa Hulawa. Dukungan penuh dari TNI dan pemerintah desa menegaskan bahwa kekuatan terbesar pembangunan terletak pada persatuan dan saling percaya. Sinergi ini menjadi fondasi penting bagi kemajuan desa dan kesejahteraan warganya.












