Gorontalo, 21 Desember 2025 – Kehadiran Sertu Dwijo pada acara payango Desa Luwoo menjadi contoh nyata peran TNI dalam mendampingi masyarakat. Acara ini mengajarkan pentingnya kerja sama, disiplin, dan nilai kebersamaan di tengah warga.
Hadir selain Babinsa, tokoh penting, seperti Sekcam Irham Abdullah, Kepala Desa Ibrahim Rahman, Ketua BPD Bastian Bahua, Imam Ismail Kasim, dan Kepala BAS Fadli Wahidji. Kehadiran mereka memperkuat kekompakan aparat pemerintahan, tokoh agama, dan warga. Oleh karena itu, suasana doa berlangsung khidmat dengan penuh kebersamaan.
Melalui Payango, warga Desa Luwoo memohon keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan hidup. Kegiatan ini juga menjadi sarana menumbuhkan persaudaraan dan kesadaran spiritual. Dengan doa bersama, mengajak setiap warga untuk menghargai kebersamaan dan menjaga keharmonisan masyarakat.
Tradisi keagamaan yang kuat serta nilai gotong royong mendorong terselenggaranya kegiatan ini. KDMP sebagai pusat ibadah memudahkan warga berkumpul dan berdoa secara rutin. Lebih lanjut, peran aktif tokoh masyarakat dan aparat desa memperkuat terlaksananya acara.
Mengawali rangkaian kegiatan dengan sambutan Kepala Desa, setelah itu doa oleh Imam Ismail Kasim, dan berakhir dengan harapan Sekcam Irham Abdullah. Selama acara, Babinsa Sertu Dwijo aktif memantau jalannya kegiatan dan menjaga keamanan serta kenyamanan semua pihak.
Kegiatan ini diharapkan memberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan perlindungan dari bencana bagi warga. Selain itu, Payango menumbuhkan persatuan serta mendukung program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah desa. Dengan demikian, Desa Luwoo semakin kuat secara sosial dan spiritual.
Keseluruhan acara membuktikan bahwa Payango tidak sekadar sarana doa, melainkan juga penguat silaturahmi antarwarga. Sinergi antara Babinsa, aparat desa, tokoh agama, dan masyarakat menjadi contoh harmonisasi positif yang berdampak bagi kehidupan desa.
Acara berakhir dengan doa bersama dan ucapan terima kasih Kepala Desa kepada seluruh pihak yang hadir. Suasana kekompakan menegaskan bahwa tradisi keagamaan menjadi pengikat sosial kuat. Kehadiran Babinsa dan tokoh masyarakat meninggalkan kesan mendalam sekaligus menjadi momentum menjaga keharmonisan masa depan.
