Gorontalo, 13 Januari 2026 – Aula Desa Pantungo dipenuhi warga, tokoh adat, dan aparat desa saat prosesi Mopotilolo digelar. Selain itu, Camat Telaga Biru, Sekretaris Camat, Kepala Desa, Babinsa Koramil 1315-01/Telaga, dan Babinkamtibmas hadir langsung. Kehadiran mereka menegaskan sinergi pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menjaga tradisi.
Awalnya, penjemputan Camat Telaga Biru membuka rangkaian upacara dengan tata krama adat yang khidmat. Kemudian, warga dan aparat desa menyambut hangat, menegaskan semangat kebersamaan. Dukungan Babinsa dan Babinkamtibmas menjaga ketertiban sehingga prosesi berjalan lancar.
Selanjutnya, masyarakat Desa Pantungo mengikuti prosesi Mopotilolo dengan antusias. Di sisi lain, pejabat hadir meninjau jalannya ritual yang menjadi simbol budaya desa. Pergantian dari penjemputan ke upacara adat berlangsung mulus, menandai koordinasi semua pihak.
Kemudian, Camat Telaga Biru menyampaikan pentingnya pelestarian budaya sebagai fondasi pembangunan karakter warga. Ia juga memberi apresiasi kepada kepala desa, perangkat, dan masyarakat yang menjaga tradisi sambil mendukung program pemerintah. Pesan ini memotivasi warga melanjutkan pelestarian adat.
Selain itu, Kepala Desa Pantungo, Sopyan Gani, S.E., menekankan sinergi pemerintah desa dan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa Mopotilolo memiliki fungsi sosial, mempererat hubungan antarwarga. Kehadiran Babinsa dan Babinkamtibmas membuat peserta merasa aman dan terkoordinasi.
Di kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK, Lian Talip, memberi arahan kepada ibu kader PKK. Ia menyoroti peran perempuan dalam memperkuat keluarga dan memajukan ekonomi lokal. Peserta juga diajak aktif dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi kesejahteraan warga.
Kemudian, ramah tamah menjadi momen terakhir kegiatan, saat semua tamu dan warga saling sapa serta berbincang santai. Peralihan dari prosesi adat ke kebersamaan berlangsung alami, menegaskan pentingnya komunikasi terbuka dan kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.
Akhirnya, sesi foto bersama menutup rangkaian kegiatan, menjadi simbol kebersamaan seluruh peserta. Tatap muka, sambutan, dan prosesi Mopotilolo yang tertib menegaskan sinergi pemerintah, TNI/Polri, dan masyarakat. Acara ini membuktikan bahwa budaya dan pembangunan sosial bisa selaras demi kemajuan Desa Pantungo.
