Telaga Biru, 22 Oktober 2025 — Pagi itu, aula Kantor Desa Ulapato B ramai oleh warga dari berbagai kalangan. Sementara itu, Kepala Desa Minarni dan Babinsa Sertu Jalil menyambut tamu dengan hangat. Agenda utama hari itu adalah Musyawarah Desa untuk membentuk Tim Penyusun RKPDes Tahun 2026.
Tepat pukul 10.05 Wita, kegiatan di mulai dengan lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Selanjutnya, suasana haru dan kebersamaan terasa kental di antara peserta. Semua menyadari bahwa musyawarah ini menjadi langkah awal pembangunan desa yang lebih baik.
Dalam sambutannya, Kepala Desa menegaskan bahwa musyawarah bukan sekadar rutinitas. Selanjutnya, tim yang dibentuk harus bekerja jujur dan berpihak pada masyarakat. Dengan kata lain, perencanaan desa harus selaras dengan kebutuhan warga.
Babinsa Sertu Jalil memberikan motivasi kepada peserta. Ia menekankan bahwa TNI hadir untuk mendampingi masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendorong semangat gotong royong. Dengan demikian, setiap program pembangunan mendapat dukungan sosial yang kuat.
Ketua BPD, Yance G. Kaune, menyoroti pentingnya keterbukaan dalam penyusunan RKPDes. Selanjutnya, warga bisa berpartisipasi aktif agar pembangunan berpihak pada kepentingan bersama, bukan individu. Diskusi berjalan hangat, mencerminkan demokrasi di akar rumput.
Sesi tanya jawab membawa masukan konkret, mulai dari perbaikan jalan hingga pelatihan keterampilan dan aspek moral. Selanjutnya, Sekretaris Desa membacakan susunan tim RKPDes yang terdiri dari pemerintah desa, lembaga masyarakat, dan warga. Hal ini diharapkan menjadi jembatan aspirasi rakyat dan kebijakan pembangunan.
Menjelang pukul 12.30 Wita, musyawarah ditutup dengan keakraban dan saling berjabat tangan. Dengan demikian, forum ini menjadi simbol kesadaran kolektif bahwa pembangunan desa lahir dari kebersamaan dan gotong royong. Selanjutnya, TNI dan pemerintah akan terus sejalan mendukung warga membangun masa depan.
