Asparaga, 13 November 2025 — Hujan deras kembali melanda Desa Prima. Air sungai meluap ke permukiman, menutupi beberapa jalan hingga setinggi 30 sentimeter. Dengan demikian, warga harus sigap menghadapi genangan yang tiba-tiba.
Serka Laode Kalawara, Babinsa Koramil 1315-05/Boliyohuto, segera menuju lokasi. Ia bersama aparat desa meninjau titik genangan sambil memberi arahan. Oleh karena itu, warga merasa lebih aman meski situasi darurat.
Babinsa menenangkan warga dengan suara tegas tapi tenang. Ia mengimbau menjauh dari sungai dan mengamankan barang penting. Dengan demikian, kehadirannya menjadi simbol perlindungan di tengah hujan deras.
Sore hari, hujan belum reda, dan air semakin meninggi. Warga, Babinsa, dan aparat desa bergotong royong membersihkan saluran air. Oleh karena itu, semangat kebersamaan terlihat jelas di tengah genangan.
Sekitar pukul 17.00 Wita, air mulai surut perlahan. Tidak ada korban jiwa, hanya lumpur yang tersisa di jalan dan lahan. Dengan demikian, warga belajar pentingnya kesiapsiagaan menghadapi hujan lebat.
Pemerintah desa bersama Babinsa menyiapkan langkah pencegahan banjir. Pengerukan sungai dan pembenahan drainase dilakukan agar kejadian serupa tak terulang. Oleh karena itu, warga lebih percaya diri menghadapi musim hujan.
Menjelang malam, Desa Prima kembali tenang. Anak-anak bermain, warga membersihkan lumpur, dan lampu-lampu dinyalakan di halaman. Dengan demikian, peristiwa itu meninggalkan semangat gotong royong dan kesadaran untuk saling menjaga.












