Telaga Biru, 24 Oktober 2025 — Di balik dentuman alat berat, ruang kelas SMPN 4 Telaga Biru menampakkan sisi lain TMMD Ke-126. Selain membangun jalan, TNI hadir menanam nilai moral dan menumbuhkan semangat generasi muda. Dengan demikian, pembangunan fisik dan spiritual berjalan seiring.
Kodim 1315 menyadari bahwa fisik saja tidak cukup. Oleh karena itu, TMMD menghadirkan kegiatan nonfisik seperti pendidikan dan pembinaan karakter. Sebagai contoh, anak-anak diajarkan Huruf Hijaiyah, dasar membaca Al-Qur’an, yang menjadi fondasi moral mereka.
Serka Laode Kalawara menanggalkan peran militernya sejenak. Di depan papan tulis, ia membimbing siswa mengenal aksara suci dengan lembut. Transisi dari senjata ke spidol menunjukkan TNI hadir membangun kehidupan, bukan sekadar menegakkan disiplin militer.
Kelas sederhana itu hidup dengan tawa dan semangat belajar. Setiap goresan huruf menjadi simbol harapan baru bagi masa depan. Dari sinilah terlihat bahwa ilmu dan iman harus berjalan beriringan, sehingga keteladanan prajurit meninggalkan kesan mendalam.
Selanjutnya, Komandan Kodim Letkol Roma menegaskan bahwa TMMD bukan hanya pembangunan fisik. Ketika prajurit mengajar anak-anak, kemanunggalan TNI dan rakyat menjadi nyata. Dengan begitu, masyarakat merasakan TNI hadir membangun kehidupan, bukan hanya infrastruktur.
Para siswa kagum pada Serka Laode. Seragam loreng kini menjadi simbol keteladanan. Karena itu, hari itu bukan sekadar pelajaran agama, tapi pelajaran kehidupan tentang disiplin, tanggung jawab, dan kasih sayang yang berjalan bersamaan.
Selain itu, Kepala Sekolah Hasan Dali mengaku terharu atas kehadiran Satgas TMMD. Anak-anak menjadi lebih berani, sopan, dan semangat belajar meningkat. Dengan demikian, TMMD menunjukkan bahwa kebersamaan dapat menanam nilai luhur di tengah desa.
Akhirnya, dari ruang kelas kecil itu lahir pesan besar bagi negeri. Dari pembangunan fisik hingga pembinaan moral, semuanya mengalir dari niat membangun bangsa. Telaga Biru menjadi saksi bahwa kekuatan sejati lahir dari pengabdian dengan hati, bukan hanya kerja tangan.
