Doa Bersama Warnai Peringatan HUT ke-80 TNI, Wujud Syukur dan Kebersamaan Prajurit di Gorontalo

oleh -650 Dilihat

Gorontalo, 4 Oktober 2025 – Gereja Oikumene Korem 133/Nani Wartabone tampak berbeda. Sejak pukul 09.00 Wita, langkah para prajurit berseragam rapi mulai memenuhi rumah ibadah itu. Mereka hadir untuk bersyukur dan berdoa memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia.

Ibadah di mulai pukul 09.15 Wita di pimpin Pendeta Felni Oko Polinga, S.Th. Suaranya lembut namun tegas mengajak jemaat merenungkan makna pengabdian seorang prajurit. Menurutnya, keberanian sejati lahir dari ketulusan hati dalam melayani rakyat dan menjaga kedamaian.

“Setiap langkah pengabdian yang berlandaskan kasih akan membawa kedamaian,” ucapnya dalam khotbah yang menumbuhkan keheningan dan kekhusyukan. Para prajurit mendengarkan dengan penuh perhatian, seolah merenungi perjalanan panjang pengabdian mereka.

Kegiatan doa bersama diikuti prajurit dari berbagai satuan, mulai Korem 133/Nani Wartabone hingga Kodim 1315 dan 1304. Mereka duduk berdampingan tanpa sekat pangkat maupun jabatan. Suasana persaudaraan terasa kuat menyatukan seluruh peserta dalam satu semangat kebersamaan.

Lagu-lagu pujian mengalun lembut memenuhi ruangan. Tangan-tangan yang biasa menggenggam senjata kini terangkat dalam doa, memohon kekuatan dan kebijaksanaan bagi TNI. Wajah-wajah haru memperlihatkan ketulusan iman dalam pengabdian kepada negara.

Acara berjalan tertib dan penuh makna, dimulai dari sambutan pembuka hingga doa penutup. Setelah ibadah, para peserta saling bersalaman dan berfoto bersama sebagai simbol persatuan antar satuan. Semua meninggalkan gereja dengan perasaan damai dan syukur mendalam.

Dalam pesannya, Pendeta Felni menegaskan kekuatan TNI bukan pada senjata, melainkan pada iman dan moralitas. Pukul 10.10 Wita kegiatan berakhir, namun semangat kebersamaan tetap terasa. Hari itu menjadi pengingat bahwa di balik ketegasan prajurit, tersimpan hati yang tulus mencintai bangsa dan rakyatnya.