Generasi Tangguh dan Berkarakter, Pesan Dandim Roma Laksana Yudha dalam Penyuluhan Wawasan Kebangsaan

oleh -222 Dilihat

Telaga Biru, 13 Oktober 2025 — Semangat para siswa SMA Negeri 1 Telaga Biru terasa membara. Mereka berkumpul bukan untuk pelajaran rutin, melainkan menyambut Letkol Arh. Roma Laksana Yudha, S.Ap., M.Sos., Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo, yang datang membawa pesan kebangsaan. Suasana sekolah berubah menjadi ajang pembelajaran nilai cinta tanah air.

Kedatangan Dandim bukan dalam urusan militer, melainkan sebagai penggerak semangat nasionalisme. Dalam rangka TMMD ke-126 Tahun 2025, beliau memberikan penyuluhan Wawasan Kebangsaan kepada para pelajar. Kegiatan yang dimulai pukul 07.50 Wita itu dihadiri Kepala Sekolah Drs. Tisno Musa, M.Pd., guru, dan personel Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo.

Penyuluhan ini menunjukkan bahwa TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembentukan moral bangsa. Melalui kegiatan nonfisik seperti ini, TNI menanamkan rasa cinta tanah air serta tanggung jawab kebangsaan di kalangan generasi muda. Nilai-nilai kebangsaan pun di kemas dengan cara yang inspiratif.

Dalam pemaparannya, Letkol Roma menekankan pentingnya empat pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempat pilar itu, menurutnya, merupakan penopang utama berdirinya negara. “Jika salah satu rapuh, maka bangsa ini mudah goyah diterpa pengaruh luar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa ancaman terhadap bangsa kini datang dalam berbagai bentuk, baik militer maupun nonmiliter. Tantangan ideologi, politik, ekonomi, dan sosial menjadi ujian serius. Karena itu, kesadaran bela negara harus terus tumbuh di hati setiap warga, terutama generasi muda.

Ia menyoroti bahaya proxy war—perang tanpa senjata yang menyusup melalui dunia digital. Media sosial sering menjadi pintu masuk disinformasi dan ujaran kebencian. “Bela negara hari ini bukan hanya angkat senjata, tapi bagaimana menjaga persatuan bangsa melalui dunia maya,” pesannya.

Di akhir kegiatan, Dandim mengajak siswa menjadi generasi berkarakter kuat, jujur, dan tangguh. Tepuk tangan menggema memenuhi aula, menandai tumbuhnya kesadaran baru di hati para pelajar. Dari Telaga Biru, pesan kebangsaan itu menyebar luas, menegaskan bahwa mencintai Indonesia adalah tugas setiap anak bangsa.