Telaga Biru, 05 November 2025 — Hujan deras menjadi tantangan utama di Desa Tonala. Meski begitu, Satgas TMMD ke-126 tetap bekerja, sementara coran jalan tertunda. Dengan demikian, semangat tak padam, kerja jalan kapan pun langit memberi celah.
Bagi Satgas, membuat jalan bukan sekadar proyek, tetapi wujud pengabdian. Selain itu, material di tutup terpal, alat siap, dan kerja tetap berjalan meski gerimis turun. Oleh karena itu, pekerjaan hidup tanpa henti, bergantung pada kesabaran dan tekad.
Sejak akhir Oktober, curah hujan tinggi sering mengganggu coran. Namun setiap jeda cerah langsung di manfaatkan sebaik mungkin. Dengan demikian, koordinasi antara Satgas dan warga berjalan lancar, sehingga waktu dan cuaca di gunakan maksimal.
Pagi-pagi buta, prajurit dan warga sudah hadir di lokasi. Selanjutnya, saat cuaca cerah, kerja di mulai serentak. Selain itu, saat hujan datang, terpal di bentangkan, bahan di selamatkan, dan semangat tetap menyala tanpa lelah.
“Hujan bukan alasan berhenti,” ujar salah satu prajurit. Dengan demikian, deru molen berpadu dengan langkah kaki di tanah basah. Selain itu, setiap sekop yang di ayun menjadi wujud cinta dan pengabdian kepada masyarakat.
Jalan rabat beton bukan sekadar akses, tetapi nadi kehidupan baru. Dengan begitu, jalan mempermudah transportasi hasil panen, memudahkan anak sekolah, dan menghubungkan warga ke pusat desa. Oleh karena itu, semangat gotong royong terus tumbuh di tengah hujan.
Menjelang sore, awan mulai menyingkir, sinar matahari memantul di atas coran basah. Selanjutnya, Satgas menatap hasil kerja dengan bangga. Dengan demikian, TMMD ke-126 di Desa Tonala menjadi bukti nyata semangat membangun tetap menyala meski hujan deras.
