Telaga Biru, 05 November 2025 — Hujan deras tak menghentikan semangat Satgas TMMD di Desa Tonala. Selain itu, setiap tetes air memaksa pengerjaan rabat beton tertunda. Dengan demikian, cuaca menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi prajurit dan warga.
Bagi Satgas, membangun jalan bukan sekadar kerja fisik, tetapi amanah bagi rakyat. Selain itu, mereka tetap bekerja meski hujan deras, menata material agar tetap kering. Dengan begitu, setiap tenaga menjadi wujud pengabdian tulus.
Sejak akhir Oktober, hujan menjadi kendala utama. Selain itu, tanah licin dan roda molen terperosok menjadi pemandangan biasa. Dengan demikian, prajurit menyesuaikan strategi memanfaatkan jeda cuaca sebaik mungkin.
Pagi-pagi sekali, Satgas dan warga sudah berada di lokasi. Selain itu, saat langit cerah, pekerjaan dimulai tanpa banyak bicara. Dengan begitu, tenda darurat menjadi tempat semangat tetap hidup meski pakaian basah kuyup.
Di tengah hujan, tekad justru kian kuat. Selain itu, suara molen, langkah kaki, dan bunyi sekop menjadi irama perjuangan. Dengan demikian, setiap adukan semen menegaskan pengabdian nyata bagi rakyat.
Jalan rabat beton kini menjadi harapan baru warga Tonala. Selain itu, akses menuju sekolah, pasar, dan kebun terbuka lebih mudah. Dengan begitu, setiap tetes hujan menjadi saksi tekad bersama, bahwa pembangunan tak menunggu cuaca cerah.
Langit gelap mulai memunculkan cahaya senja. Selain itu, pekerjaan kembali berlanjut dengan semangat tinggi. Dengan demikian, hujan boleh datang, waktu boleh menipis, tapi tekad menuntaskan pembangunan tak pernah pudar.
