Gorontalo, 12 Maret 2026 – Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Otanaha Tahun 2026 berlangsung pada halaman Polda Gorontalo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Selain itu, Kolonel Inf Loka Jaya Sembada, S.I.P., Kepala Seksi Operasi Korem 133/Nani Wartabone hadir sekaligus menegaskan kesiapan pengamanan Idulfitri 1447 H.
Rangkaian kegiatan upacara mulai saat pemimpin upacara memasuki lapangan apel. Selanjutnya, inspektur upacara mengambil posisi, kemudian penghormatan pasukan berlangsung sebagai simbol kesiapan personel.
Setelah itu, inspektur upacara melakukan pengecekan barisan pasukan gabungan. Kemudian, penyematan pita operasi kepada perwakilan anggota menandai awal Operasi Ketupat Otanaha 2026.
Berikutnya, inspektur upacara membacakan amanat Kapolri kepada seluruh peserta apel. Dengan demikian, pesan tersebut menegaskan pentingnya sinergi unsur pengamanan.
Selanjutnya, amanat tersebut juga memuat perhatian terhadap situasi global. Selain itu, konflik kawasan Timur Tengah memberi dampak luas sehingga kewaspadaan perlu meningkat.
Di sisi lain, gejolak harga minyak dunia turut menjadi sorotan penting. Oleh sebab itu, pemerintah menyiapkan langkah strategis guna menjaga stabilitas ekonomi.
Berikutnya, perhatian tertuju pada mobilitas masyarakat selama Lebaran. Data Kementerian Perhubungan memperkirakan pergerakan masyarakat mencapai ratusan juta orang.
Karena itu, Polri bersama TNI serta instansi terkait melaksanakan Operasi Ketupat 2026. Operasi tersebut berlangsung selama 13 hari dengan dukungan ribuan personel gabungan.
Selanjutnya, patroli rutin menjadi langkah utama pada wilayah rawan gangguan keamanan. Selain itu, antisipasi premanisme, balap liar, serta konflik kelompok terus menjadi perhatian.
Di sisi lain, pelayanan kepada pemudik juga menjadi fokus penting. Kemudian, aparat menyiapkan pendataan rumah kosong serta fasilitas penitipan kendaraan.
Selain pengamanan wilayah, faktor cuaca juga mendapat perhatian serius. BMKG memprediksi potensi hujan lebat sehingga kesiapsiagaan personel perlu meningkat.
Terakhir, komunikasi publik menjadi bagian penting selama operasi berlangsung. Oleh karena itu, informasi rekayasa lalu lintas serta layanan Call Center 110 terus disosialisasikan kepada masyarakat.












