Ketika Prajurit Jadi Imam, TMMD Kodim 1315 Bangun Jalan, Bangun Iman, dan Bangun Harapan di Desa Tonala

oleh -203 Dilihat

Telaga Biru, 17 Oktober 2025 — Masjid Jami’ Desa Tonala siang itu penuh khusyuk. Warga dari dusun ke dusun datang dengan pakaian terbaik mereka. Namun kali ini, berbeda karena Serka Laode Kalawara, anggota Satgas TMMD ke-126 Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo, berdiri di mimbar sebagai imam sekaligus khatib.

Bagi Kodim 1315, TMMD bukan sekadar program tahunan. Selain membangun jalan dan fasilitas, program ini menekankan kebersamaan dan penguatan spiritual masyarakat. Dengan demikian, prajurit ditempa untuk menyatu dengan kehidupan sosial sekaligus membangun kepercayaan warga.

Serka Laode hadir saat tokoh agama berhalangan, dan tanpa banyak bicara, ia maju memimpin sholat Jumat. Ia menekankan bahwa pembangunan fisik penting, tetapi iman juga harus dijaga. Dengan demikian, prajurit mengajarkan nilai kerja keras yang berpadu dengan ketulusan hati.

Pukul 12.00 Wita, azan berkumandang dan Serka Laode berdiri tegak di saf. Khotbahnya lembut namun tegas, membahas gotong royong sebagai ibadah, kerja keras bernilai pahala, dan pentingnya menjaga persatuan. Oleh karena itu, jamaah tergerak untuk memahami makna pembangunan dan iman secara bersamaan.

Usai sholat, warga menyalaminya satu per satu dan beberapa menitikkan air mata. Kehadiran seorang prajurit sebagai imam membuat mereka kagum sekaligus tersentuh. Dengan demikian, hubungan TNI dan rakyat terasa lebih hangat, penuh keikhlasan dan penghargaan.

Momen ini lahir dari kedekatan emosional selama berminggu-minggu bekerja bersama. Warga menyediakan makan, prajurit membantu di ladang, sehingga kehadiran Serka Laode terasa alami. Lebih lanjut, hal ini menunjukkan kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, tapi praktik nyata.

Program TMMD tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga moral dan spiritual masyarakat. Dengan demikian, warga belajar bahwa pembangunan sejati bukan soal panjang jalan, melainkan sejauh mana hati masyarakat ikut bergerak. Transisi dari fisik ke spiritual memberi dampak lebih menyeluruh.