Kisah dari Lapangan TMMD ke-126 Telaga Biru Akan Ditutup Namun Semangat TNI dan Rakyat Tak Pernah Usai

oleh -218 Dilihat

Telaga Biru, 05 November 2025 — Waktu berjalan cepat di Tuladenggi. Setelah sebulan membangun desa, Satgas TMMD ke-126 menyiapkan penutupan. Lapangan yang dulu sunyi kini ramai prajurit dan warga bergotong royong.

Lapangan yang semula gersang berubah menjadi pusat aktivitas. Prajurit menegakkan tenda, merapikan kursi, dan membentangkan spanduk besar. Semua dilakukan cermat, sebagai penghormatan terhadap hasil kerja selama program.

Penutupan bukan sekadar acara formal. Ini wujud syukur atas tujuan tercapai: membangun sarana desa dan mempererat ikatan TNI dan rakyat. Setiap tenda dan palu simbol pengabdian dan disiplin yang tidak padam.

Sejak pagi, suasana lapangan hidup. Prajurit bergerak teratur, warga membantu memindahkan kursi dan menghias panggung. Momen itu menampilkan kebersamaan dan gotong royong yang telah melekat di Tuladenggi.

Kerja sama bukan hanya membangun fisik desa, tapi juga kesadaran kolektif. Jalan bisa dilalui kendaraan, parit mengalir lancar, dan lapangan siap upacara. Semua hasil dari tangan yang bekerja tanpa pamrih.

Menjelang sore, matahari menurunkan cahayanya. Aktivitas tetap berjalan, bendera terpasang, panggung tegak, area tampak rapi. Wajah prajurit menampilkan lelah, tetapi bangga karena pengabdian hampir mencapai puncak.

Persiapan selesai. Tenda berdiri, panggung siap, bendera merah putih menanti penutupan. TMMD bukan akhir, melainkan awal semangat baru untuk terus hadir di tengah rakyat, membangun dari hati, bekerja tanpa pamrih.