Gorontalo, 15 Januari 2026 — Kegiatan Mopotilolo yang berlangsung pada Aula Kantor Desa Dumati Kecamatan Telaga Biru menggugah semangat baru warga. Selain itu, pemerintah Kecamatan Telaga Biru bersama TP PKK menggabung acara dengan pelatihan ketahanan pangan sebagai dorongan bagi petani memperkuat perekonomian desa.
Kopda Muh. Arfan, Babinsa Koramil 1315-01/Telaga, hadir mewakili TNI bersama jajaran Forkopimcam Telaga Biru. Dengan kehadiran itu, semangat petani meningkat untuk tetap optimistis mengelola lahan sekaligus menjaga hasil pertanian.
Camat Telaga Biru, Rusdiyantho Sjahrain, S.Kom., M.Si., menyebut ketahanan pangan sebagai dasar kemajuan desa. Selain itu, ia mengajak warga memanfaatkan potensi lahan secara kreatif agar hasil pertanian berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Telaga Biru, Lian Talip, menilai keberhasilan ketahanan pangan berawal dari peran keluarga. Ia menekankan bahwa perempuan desa memainkan peran penting menjaga ketersediaan bahan pangan di rumah tangga.
Kepala Desa Dumati, Emy Abdullah Harun, berterima kasih atas dukungan pemerintah kecamatan dan mitra Bumdes Mombungo. Menurutnya, kerja sama ini mendorong peningkatan hasil pertanian sekaligus memperkuat ekonomi warga.
Kegiatan turut didukung Kapolsek Telaga Biru Iptu Fitri Sarini Ali, S.H., M.H., Brigpol Mandrong, Suban, dan Endang yang memperkuat sinergi lintas sektor. Dengan demikian, kolaborasi ini memastikan pelatihan berjalan efektif serta memberi manfaat nyata bagi petani.
Sebagai lanjutan dari pelatihan, antusiasme peserta tampak sejak awal hingga akhir kegiatan. Mereka aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, dan membangun semangat kebersamaan dalam suasana penuh kekeluargaan.
Menutup kegiatan, Camat Telaga Biru menegaskan pentingnya gotong royong menjaga ketahanan pangan. Selain itu, ia berharap sinergi antarinstansi dan masyarakat terus terjalin demi kesejahteraan desa yang berkelanjutan.
Bagi warga Desa Dumati, kegiatan ini bukan hanya pelatihan, tetapi wujud kebersamaan yang menumbuhkan harapan baru. Dari situ, lahir tekad membangun desa yang kuat, mandiri, dan sejahtera.
