Gorontalo, 5 Februari 2026 — Pemerintah Kecamatan Pulubala menggelar Rembuk Stunting tingkat kecamatan melalui Zoom Meeting. Kegiatan tersebut menjadi wadah koordinasi antara instansi pemerintah, tenaga kesehatan, dan aparat teritorial. Kapten Infanteri Abd. Kabir Lessy, Danramil 1315-04/Tibawa, turut hadir sebagai wujud sinergi TNI dengan pemerintah daerah.
Dalam sambutan pembuka, Camat Pulubala menegaskan pentingnya kerja lintas sektor untuk menghadapi masalah stunting. Ia menyebut, setiap unsur memiliki peran vital dalam mendukung upaya pemerintah. Dengan kerja bersama, target penurunan angka stunting diyakini dapat tercapai lebih cepat dan merata.
Selanjutnya, Mukhtar Rahim, Kepala Puskesmas Pulubala, menyoroti pentingnya perhatian terhadap keluarga rentan gizi. Ia menjelaskan bahwa pemantauan kesehatan bagi anak dan Ibu Hamil harus berjalan berkelanjutan. Transisi pembahasan kemudian mengarah pada peran masyarakat menjaga pola makan dan perilaku hidup sehat.
Sementara itu, Kapten Infanteri Abd. Kabir Lessy menekankan bahwa TNI selalu hadir dalam mendukung kesejahteraan rakyat. Ia menjelaskan, Babinsa memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan pendampingan di lapangan. Melalui sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah, program pencegahan stunting dapat berjalan lebih optimal.
Selain unsur TNI, kegiatan ini melibatkan Polri, Kepala Desa, dan Kader Pembangunan Manusia se-Kecamatan Pulubala. Para peserta aktif berbagi langkah konkret dan pengalaman nyata dalam penanganan stunting di desa masing-masing. Dengan transisi pembahasan yang dinamis, forum berlangsung produktif dan penuh semangat gotong royong.
Kemudian, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Gorontalo memberikan arahan melalui sambungan virtual. Ia memuji kolaborasi yang terjalin antara semua pihak dalam mempercepat penurunan angka stunting. Menurutnya, semangat bersama di Pulubala dapat menjadi contoh bagi kecamatan lain di Gorontalo.
Melalui forum ini, seluruh peserta menegaskan komitmen bersama menciptakan generasi sehat dan bebas stunting. Kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat menjadi landasan kuat untuk keberlanjutan program kesehatan. Dengan semangat kebersamaan, Pulubala menunjukkan bahwa kerja bersama mampu membawa perubahan nyata bagi masa depan daerah.
