Gorontalo, 11 Desember 2025 – Asap pekat menjulang tinggi di langit Desa Tunggulo, Kecamatan Limboto Barat, sore itu. Sebuah mobil Pick Up Suzuki Carry bernomor polisi DM 8401 AI terbakar hebat di tengah perjalanan. Warga sekitar segera keluar rumah, berlari menuju sumber api, sementara sang sopir, Ramang (39), berjuang keras menyelamatkan diri dari kepungan api yang terus membesar.
Ramang mengemudikan mobil bermuatan solar dari kota menuju Marisa. Ia tidak menyangka perjalanan rutinnya berubah menjadi kepanikan. Ketika melihat kobaran api muncul dari bagian belakang kendaraan, ia segera bereaksi. Meskipun panik sempat melanda, ia tetap berusaha tenang. Dengan sigap, Ramang membelokkan mobil ke arah area persawahan untuk menjauh dari permukiman warga dan mencegah kebakaran menelan korban lain.
Setibanya di lahan kosong, Ramang menyaksikan api semakin liar membakar bagian belakang mobil dan menimbulkan panas menyengat. Dalam kepulan asap tebal, ia tetap berusaha menyelamatkan muatan. Dari sepuluh jeriken solar yang ia bawa, ia berhasil menyelamatkan sembilan sebelum kobaran api melahap seluruh kendaraan.
Tak lama kemudian, warga yang melihat kejadian itu segera melaporkan kebakaran tersebut kepada Babinsa Koramil 1315-02/Limboto, Koptu Munawir Sadda. Sekitar pukul 17.00 Wita, Koptu Munawir tiba di lokasi dan langsung mengoordinasikan aparat serta warga untuk mengambil langkah darurat. Ia mengatur warga agar memadamkan api menggunakan alat seadanya dan memastikan situasi tetap terkendali di tengah kepanikan.
Beberapa menit kemudian, suara sirene mobil pemadam kebakaran terdengar mendekat. Tepat pukul 17.25 Wita, tim Damkar Pemerintah Kabupaten Gorontalo tiba di lokasi dan segera bekerja sama dengan Babinsa serta warga untuk menjinakkan api. Petugas bergerak cepat, menyemprotkan air ke titik kobaran, sementara Babinsa dan warga membantu mengamankan area sekitar. Setelah berjibaku selama beberapa menit, mereka berhasil memadamkan api sepenuhnya.
Usai api padam, Koptu Munawir tetap bertahan di lokasi. Ia memeriksa area sekitar untuk memastikan tidak ada titik api tersisa, lalu mengumpulkan keterangan dari sopir dan para saksi untuk pelaporan ke komando atas. Ia menegaskan bahwa penanganan cepat ini terjadi berkat koordinasi solid antara aparat, petugas pemadam, dan masyarakat.
Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan kerugian material cukup besar. Api menghanguskan mobil Suzuki Carry, uang tunai sekitar Rp3,5 juta, serta satu jeriken solar yang gagal diselamatkan. Kini, hanya puing-puing hangus dan sisa asap yang tersisa di lokasi kejadian.
Aparat masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara menunjukkan bahwa percikan api dari bagian belakang mobil memicu kobaran besar. Petugas telah mengamankan area kejadian untuk mencegah bahaya lanjutan dan memudahkan proses identifikasi lebih lanjut.
Peristiwa ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan di jalan, terutama bagi pengemudi yang mengangkut bahan bakar. Tindakan cepat Ramang, kesigapan Babinsa Koptu Munawir Sadda, dan sinergi tim Damkar menunjukkan bahwa kepedulian dan gotong royong mampu mengatasi kepanikan. Di balik abu dan asap yang tersisa, peristiwa ini meninggalkan kisah kemanusiaan yang hangat tentang solidaritas di tengah bencana.












