Gorontalo, 9 Maret 2026 – Launching 200 Titik Jembatan Garuda melalui kegiatan Vicon berlangsung pada Senin pukul 14.15 Wita di Dusun I Desa Ulapato B, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Komandan Kodim 1315 Kab. Gorontalo Letkol Inf. Julius Jongen Matakena, S.H. menghadiri kegiatan tersebut bersama unsur Koramil dan pemerintah desa. Sejak awal kegiatan, pembahasan berfokus pada rencana pembangunan jembatan bagi akses masyarakat.
Pelaksanaan Vicon kemudian menjadi sarana pemantauan terhadap program Jembatan Garuda. Pemerintah pusat melalui sambungan video konferensi memaparkan rencana pembangunan guna memperkuat konektivitas wilayah. Oleh sebab itu kegiatan tersebut juga mendorong koordinasi antara pemerintah daerah dan unsur TNI di lapangan.
Selain mengikuti Vicon, rombongan juga menuju lokasi rencana pembangunan jembatan di Dusun I Desa Ulapato B. Letkol Inf. Julius Jongen Matakena, S.H. bersama Kapten Inf. Bambang I. M. dan Lettu Kav. Rahman Hariyono meninjau kondisi wilayah secara langsung. Melalui peninjauan tersebut gambaran kebutuhan pembangunan jembatan semakin jelas.
Kehadiran aparat Koramil Telaga Biru bersama Babinsa menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Sertu Jemris K. Yalani serta Sertu Jalil ikut mendampingi rombongan selama peninjauan berlangsung. Selain itu Sekretaris Desa Rivon Ahmad memberikan dukungan koordinasi dari pihak pemerintah desa.
Pembahasan kegiatan kemudian menyoroti manfaat pembangunan jembatan bagi warga sekitar. Kehadiran jembatan baru diharapkan memperlancar mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu perhatian terhadap proses pembangunan menjadi fokus bersama.
Kegiatan tersebut juga menunjukkan kuatnya hubungan antara TNI dan pemerintah desa. Komunikasi yang terjalin membuka ruang koordinasi berbagai program pembangunan. Dengan demikian kerja sama lintas sektor mampu mendorong kemajuan desa.
Kegiatan Vicon Launching 200 Titik Jembatan Garuda menandai langkah awal pembangunan konektivitas wilayah. Kehadiran unsur Kodim 1315 Kab. Gorontalo serta aparat desa menunjukkan komitmen bersama terhadap pembangunan infrastruktur. Dengan demikian harapan masyarakat terhadap akses transportasi yang lebih baik semakin besar.
