Gorontalo, 28 Februari 2026 — Upaya percepat program cetak sawah jadi perhatian serius TNI dan pemerintah daerah. Brigjen TNI Hardo Sihotang bersama Forkopimda hadiri paparan Dandim 1313/Pohuwato tentang percepatan program cetak sawah Tahun Anggaran 2025 sebagai wujud komitmen memperkuat ketahanan pangan daerah.
Acara pimpin Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, S.I.P., serta saksikan Gubernur Gorontalo Dr. H. Gusnar Ismail dan Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga. Dalam forum itu, peserta tunjukkan semangat tinggi mempercepat pengembangan lahan pertanian, sementara suasana penuh kekompakan cerminkan sinergi kuat pemerintah dan TNI.
Dandim 1313/Pohuwato jelaskan program cetak sawah terbagi dua tahap besar dengan total luas 5.642 hektare. Tahap pertama 1.001,12 hektare senilai Rp28,32 miliar, sedangkan tahap kedua 4.640,88 hektare senilai Rp157,78 miliar. Langkah ini jadi strategi penting tingkatkan produksi pertanian daerah.
Hingga akhir Februari, capaian kerja 523,96 hektare dengan target jangka pendek 3.000 hektare tuntas Maret 2026. Karena itu, berbagai langkah percepatan terapkan seperti penambahan alat berat, pembagian zona kerja, serta mobilisasi material agar hasil meningkat cepat dan tepat sasaran.
Selain bahas hasil fisik, kegiatan ini juga perkuat kerja sama lintas sektor antara pemerintah, TNI, dan lembaga teknis lain. Dinas PUPR, Dinas Pertanian, serta Balai Wilayah Sungai Sulawesi II turut aktif susun langkah percepatan agar pelaksanaan berlangsung efisien.
Brigjen TNI Hardo Sihotang tegaskan keberhasilan cetak sawah bukan soal infrastruktur semata, tapi kesejahteraan petani. Ia menilai sinergi pemerintah, TNI, dan masyarakat jadi dasar kuat wujudkan kemandirian pangan berkelanjutan di Gorontalo.
Paparan berakhir dengan diskusi terbuka antara Korem 133/Nani Wartabone dan pemerintah daerah. Para peserta sepakat perkuat koordinasi lapangan, dan lewat semangat kebersamaan tinggi, harapan besar muncul agar program cetak sawah beri manfaat nyata bagi petani serta dorong ketahanan pangan Gorontalo.
