Limboto Barat, 17 Oktober 2025 — Di lahan terbuka, pejabat, aparat, dan warga Desa Yosonegoro berdiri menyatu menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan gerai dan pergudangan Koperasi Merah Putih. Selain itu, acara juga tersambung virtual di 800 titik seluruh Indonesia. Momentum ini menandai awal gerakan ekonomi rakyat dari desa.
Kegiatan di mulai pukul 13.15 Wita dengan suasana khidmat. Koperasi hadir sebagai wadah pemberdayaan ekonomi berbasis gotong royong. Transisi dari ide ke aksi nyata terlihat jelas, karena warga menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi desa.
Warga Yosonegoro datang dengan antusias. Di bawah tenda putih dan langit Limboto Barat, mereka menyambut bangga karena desa menjadi bagian program nasional. Kehadiran ini menegaskan bahwa dukungan masyarakat adalah kunci keberhasilan.
Acara dihadiri Kolonel Inf. Pasaoran Sirait, Kolonel Inf. Sukrianto Puluhulawa, Kolonel Kav. Eko Julianto, Bupati H. Sofyan Puhi, Dandim Letkol Arh. Roma Laksana Yudha, serta Forkopimda. Kehadiran lintas unsur memperkuat pesan bahwa pembangunan ekonomi desa membutuhkan sinergi semua pihak.
Setelah lagu Indonesia Raya dan doa, prosesi peletakan batu pertama dimulai. Setiap pejabat menaruh batu di fondasi, simbol kemandirian dan harapan. Selain itu, melalui sambungan virtual, Menteri Desa PDTT dan Menteri Koperasi menyampaikan dukungan pemerintah.
Dandim Letkol Arh. Roma Laksana Yudha menegaskan TNI akan terus mendampingi masyarakat. Ia menyatakan, TNI hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan pembangunan berjalan lancar. Transisi antara perencanaan dan kerja nyata berjalan mulus berkat koordinasi semua pihak.
Suasana lapangan terasa hangat dan akrab. Prajurit, aparat desa, dan warga menata lokasi bersama, menyiapkan tenda dan membersihkan fondasi. Dari satu batu pertama itu lahir tekad baru: Koperasi Merah Putih berdiri sebagai simbol harapan rakyat yang ingin maju bersama.
