Tilango, 25 September 2025 — Pertemuan Advokasi Lintas Sektor untuk Integrasi Intervensi Penurunan Stunting resmi berawal di Kecamatan Tilango. Kegiatan ini di gagas Poltekkes Gorontalo guna memperkuat komitmen bersama menekan angka stunting. Melalui forum ini menekankan, sinergi lintas lembaga kembali sebagai kunci utama keberhasilan.
Acara turut menghadirkan tokoh dari tingkat pusat dan daerah. Dari pusat hadir Ahmad Sofriyadi, Arief Widjaya, dan Brian Sahar yang mewakili Kementerian Kesehatan. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa penanganan stunting telah menjadi perhatian nasional yang membutuhkan langkah bersama.
Sementara itu, dari daerah hadir Sukarni, S.Kep., M.Kes., Direktur Poltekkes Gorontalo Masrif, serta Camat Tilango Syamsul Q. Mustafa, S.Kom., M.Si. Selain itu, hadir pula Bripka Hari, Mudin Kaharu, Fatmah Mus Abdul, dan Sofyan Patue. Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperlihatkan keseriusan semua pihak dalam memperkuat upaya kesehatan masyarakat.
Kehadiran TNI melalui Sertu Mujiono mewakili Danramil 01/Telaga Biru menambah semangat kegiatan. Ia menegaskan bahwa TNI tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif mendukung program pemerintah. Partisipasi ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam memperjuangkan kesehatan generasi penerus.
Selanjutnya, forum advokasi berjalan dinamis dengan paparan dan dialog. Para kepala desa bersama kader kesehatan menyimak dan memberi masukan terkait strategi lapangan. Melalui diskusi ini, setiap peserta memahami pentingnya kolaborasi nyata untuk mempercepat penurunan angka stunting.
Susunan kegiatan dimulai doa bersama, dilanjutkan sambutan Camat Tilango, kemudian pemaparan materi dari Kementerian Kesehatan. Suasana semakin hangat saat peserta berdialog langsung dengan narasumber. Transisi pembahasan dari teori ke praktik lapangan membuat forum terasa hidup dan produktif.
Akhirnya, kegiatan yang berakhir pukul 11.30 Wita ditutup dengan foto bersama dan diskusi ringan. Meskipun acara selesai, semangat kolaborasi tetap terjaga. Pertemuan lintas sektor ini menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting hanya dapat dicapai melalui kerja bersama menuju generasi Indonesia Emas 2045.
