Saat Tentara dan Umat Menyatu dalam Satu Suara, Pelajaran Tajwid Usai Salat Jumat Jadi Tradisi Baru di Desa Tonala

oleh -189 Dilihat
banner 468x60

Telaga Biru, 17 Oktober 2025 — Masjid Desa Tonala siang itu dipenuhi suasana khusyuk. Serka Laode Kalawara, anggota Satgas TMMD ke-126 Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo, berdiri di mimbar menyampaikan khutbah dengan tenang. Selain menjadi imam Salat Jumat, ia juga mengajak jamaah merenungi makna pesan yang disampaikan.

Usai salat, Serka Laode duduk kembali di serambi dan, selanjutnya, mengajak warga belajar tajwid bersama. Dari Nun Mati hingga Doma Tain, satu per satu warga mengikuti penjelasan dengan semangat. Dengan demikian, ibadah berlanjut menjadi kesempatan belajar yang bermakna.

banner 336x280

Bagi Serka Laode, mengajarkan tajwid bukan sekadar ilmu membaca Al-Qur’an. Sebaliknya, kegiatan ini menumbuhkan cinta pada Kalimullah dan sekaligus membangun karakter religius warga. Oleh karena itu, transisi dari ibadah ke belajar terasa alami dan menguatkan kebersamaan.

Kegiatan ini muncul karena keprihatinannya melihat anak-anak dan remaja yang belum memahami bacaan Al-Qur’an. Oleh sebab itu, ia menginisiasi sesi belajar spontan setelah salat Jumat. Dengan cara ini, niat sederhana mampu membawa keberkahan bagi banyak orang.

Selain pembangunan fisik berupa jalan dan jembatan, Satgas TMMD juga fokus membangun jiwa masyarakat. Dengan demikian, pembangunan desa tidak berhenti pada infrastruktur. Serka Laode memahami bahwa tanpa pondasi iman dan moral, kemajuan tidak akan bertahan lama.

Pelajaran tajwid menjadi titik temu antara prajurit dan rakyat, dan dengan begitu, tidak ada jarak atau perbedaan pangkat. Suasana hangat dan bersahaja menyelimuti seluruh jamaah. Lebih lanjut, momen ini menunjukkan bahwa kedekatan dapat tercipta melalui aktivitas sederhana.

Suara lantunan ayat-ayat suci terdengar lembut dari serambi masjid Tonala, sementara anak-anak mengulang huruf demi huruf. Transisi dari kesalahan menjadi pembelajaran terasa nyata karena bimbingan sabar Serka Laode. “Pelan-pelan saja, yang penting benar,” ujarnya sambil tersenyum.

Kegiatan sederhana ini membawa dampak besar bagi warga. Selain rumah tangga lebih dekat dengan Babinsa, hubungan sosial antarwarga pun menguat. Oleh sebab itu, semangat belajar agama terus tumbuh dan menjadi fondasi bagi generasi muda desa Tonala.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *