Sinergi Ketahanan Pangan Nasional, Dandim 1315 Gorontalo Hadiri Vicon Penanaman Jagung Dipimpin Kapolri

oleh -43 Dilihat

Gorontalo, 7 Maret 2026 — Komandan Kodim 1315/Kab. Gorontalo Letkol Inf. Julius Jongen Matakena, S.H. hadir pada kegiatan video conference penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026. Kegiatan berlangsung Sabtu pukul 16.00 Wita pada Desa Isimu Selatan, Kecamatan Isimu, Kabupaten Gorontalo. Selain itu kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap program swasembada jagung nasional.

Selanjutnya kegiatan video conference penanaman jagung serentak berlangsung bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Selain itu kegiatan melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya. Dengan demikian sinergi lintas sektor terlihat jelas dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kemudian rangkaian kegiatan diawali pembukaan resmi serta pembacaan doa bersama. Selanjutnya peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan kebangsaan. Setelah itu peserta menyaksikan tayangan video terkait ketahanan pangan Polda Sumatera Selatan.

Berikutnya laporan perkembangan program penanaman jagung tersampaikan kepada seluruh peserta. Sementara itu Kapolri menyampaikan arahan melalui video conference kepada seluruh daerah. Selain itu beliau menegaskan pentingnya dukungan bersama dalam mewujudkan swasembada pangan.

Selanjutnya Kapolri menjelaskan bahwa program penanaman jagung memiliki peran penting bagi ketahanan pangan nasional. Selain itu dukungan pemerintah, aparat keamanan, serta masyarakat sangat diperlukan. Dengan demikian kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

Sementara itu kebutuhan jagung sebagai pakan ternak terus meningkat. Selain itu program Makan Bergizi Gratis turut memicu peningkatan kebutuhan tersebut. Oleh karena itu peningkatan produksi jagung menjadi langkah penting bagi ekonomi daerah.

Di sisi lain kondisi geopolitik global turut memengaruhi stabilitas ekonomi dunia. Namun demikian Indonesia terus memperkuat kemandirian melalui swasembada pangan dan energi. Selanjutnya pemerintah mendorong berbagai program strategis guna menjaga kesejahteraan masyarakat.

Kemudian kegiatan berlanjut dengan penyerahan alat pemipil jagung serta bantuan sosial kepada masyarakat. Selain itu bantuan tersebut bertujuan mendorong produktivitas serta semangat petani. Akhirnya kegiatan berakhir melalui penanaman jagung simbolis sebagai dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.