Suara Mahasiswa Gema Di Depan Mapolda Gorontalo Desak Penegakan Hukum Batu Hitam

oleh -101 Dilihat

Gorontalo, 24 November 2025 — Sekelompok mahasiswa Aliansi Mahasiswa Membongkar berdiri dengan semangat menyala. Mereka hadir bukan untuk mencari sensasi. Selain itu, tujuan mereka menyuarakan keresahan rakyat tentang tambang batu hitam yang merugikan masyarakat, sehingga perhatian publik segera tertuju pada aksi ini.

Sekitar pukul 17.00 Wita, tujuh mahasiswa tiba di Jalan Achmad A. Wahab, Desa Pantungo, Kecamatan Telaga Biru. Dengan megafon, ban bekas, dan tiga sepeda motor, suara lantang mereka menggema. Oleh karena itu, warga dan aparat kepolisian segera memperhatikan, bahkan sebagian mulai merekam aksi tersebut.

Dalam orasi, mahasiswa menekan tiga tuntutan penting. Mereka meminta Kapolda Gorontalo menangkap Joli Santos, mencopot Kapolres Bone Bolango, serta menegaskan Kapolda mundur bila tidak mampu menghentikan tambang ilegal. Dengan begitu, pesan mereka jelas dan fokus, sehingga setiap orang di sekitar memahami maksud aksi.

Sorakan bergema, mencerminkan amarah lama terpendam. “Hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas,” teriak orator. Selain itu, dukungan teman-teman dan warga semakin menegaskan solidaritas yang kuat, sehingga suasana kian panas namun tertib.

Di balik panasnya aksi, terselip keresahan mendalam. Mahasiswa menilai pengawasan aparat lemah dan ada kemungkinan pembiaran oknum. Dengan demikian, mereka menuntut pertanggungjawaban Kapolres Bone Bolango, sementara warga lainnya menyimak dengan serius.

Sekitar pukul 17.35 Wita, massa di terima Kompol Agus D. Cahyono, Perwira Pengawas Polda Gorontalo. Ia menjelaskan kepolisian tidak menutup mata terhadap aspirasi mahasiswa. Selain itu, ia menegaskan setiap laporan akan di tindaklanjuti secara tuntas dan transparan, sehingga semua pihak merasa keadilan akan di jalankan.

Aksi berakhir secara damai, dan mahasiswa perlahan membubarkan diri. Dengan demikian, pesan moral tersampaikan jelas, serta menunjukkan bahwa keberanian generasi muda tetap menjadi penjaga nurani bangsa. Selain itu, masyarakat memahami bahwa aspirasi mereka di dengar, sehingga tercipta sinergi antara warga dan aparat keamanan.