TMMD ke-126 Tak Hanya Bangun Fisik, Tapi Menyentuh Hati Masyarakat Lewat Perlombaan

oleh -251 Dilihat

Telaga Biru, 15 Oktober 2025 — Di bawah cahaya lampu yang memantul di meja hijau, bola kecil melesat cepat menandai pembukaan Turnamen Tenis Meja Festival Olahraga dan Kesenian Rakyat TMMD ke-126 Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo. Dengan demikian, dentingan bola malam itu bukan sekadar bunyi permainan, tetapi gema semangat kebersamaan. Selain itu, acara resmi dibuka oleh Pasiops Kodim Kapten Inf Indra Mooduto mewakili Dandim.

Tenis meja dipilih bukan tanpa alasan. Olahraga ini menjadi simbol kecepatan, ketepatan, dan kekompakan, nilai yang sejalan dengan semangat TMMD. Oleh karena itu, melalui pertandingan sederhana, TNI menanamkan sportivitas serta memperkuat kedekatan emosional dengan masyarakat secara nyata.

Kodim 1315 melihat olahraga sebagai jembatan komunikasi sosial. Setiap pukulan bola yang cepat tersimpan nilai kejujuran, saling menghormati, dan kerja sama. Karena itu, pembangunan bukan hanya jalan atau jembatan, melainkan juga membangun hubungan hati antara prajurit dan rakyat.

Sebelum pertandingan, suasana gotong royong terasa hangat di Tonala. Prajurit Satgas dan pemuda setempat bahu-membahu menyiapkan lapangan, membersihkan meja hijau, merentangkan net, serta menata kursi. Selanjutnya, saat Kapten Inf Indra Mooduto memberi aba-aba, tepuk tangan bergemuruh menandai malam penuh tawa dan semangat.

Pertandingan berlangsung sengit namun bersahabat. Setiap pukulan keras di sambut sorak penonton, anak-anak berdecak kagum, dan warga bertepuk tangan. Dengan demikian, laga itu menjelma panggung kebersamaan yang hangat antara TNI dan masyarakat.

Tak ada hadiah besar, namun manfaatnya meluas. Tenis meja menjadi ajang mempererat silaturahmi dan melatih pengendalian diri. Oleh karena itu, kesadaran tumbuh bahwa kekuatan sejati terletak pada kebersamaan serta rasa saling menghargai, dasar kemanunggalan TNI dan rakyat.

Dalam sambutannya, Kapten Inf Indra Mooduto menegaskan pentingnya semangat sportivitas. “Dari olahraga sederhana, kita belajar kerja sama dan semangat juang. Semoga semangat ini menjadi contoh generasi muda,” ujarnya. Dengan demikian, setiap bola yang melesat menjadi simbol bahwa pembangunan bukan hanya fisik, tetapi juga membangun hati.