Upacara Penyerahan Jenazah Sertu Marinir Anumerta Rein Pasau Dihadiri Danramil 1315-04 Tibawa Penuh Haru Di Bandara Djalaludin Gorontalo

oleh -133 Dilihat

Gorontalo, 31 Januari 2026 — Upacara penerimaan jenazah Sertu Marinir Anumerta Rein Pasau berlangsung di Bandara Lama Djalaludin Gorontalo. Kapten Inf Abd. Kabir Lessy hadir mewakili jajaran Kodim 1315 Kabupaten Gorontalo memberi penghormatan terakhir. Prosesi berjalan khidmat sejak pagi hingga selesai.

Langkah para pengusung perlahan membawa peti jenazah menuju barisan penghormatan. Doa lirih terdengar di antara isak tangis keluarga yang berusaha tegar. Hening yang menyelimuti bandara menjadi saksi kehilangan besar bagi satuan Marinir.

Sebagai perwakilan Kodim, Kapten Inf Abd. Kabir Lessy hadir memberi penghormatan kepada almarhum Rein Pasau. Ia menguatkan keluarga dengan kata-kata penuh penghargaan terhadap dedikasi almarhum. Sosok Rein disebutnya sebagai prajurit berkarakter kuat dan berjiwa tangguh.

Hadir dalam momen penuh duka, para perwira TNI dan pejabat sipil berdiri tegak menghormati almarhum. Wajah-wajah mereka tampak sendu, namun tetap menunjukkan kehormatan kepada pahlawan muda. Sinergi antar instansi terasa kuat di tengah suasana haru.

Jenazah almarhum Rein Pasau dibawa dari Bandara Lama Djalaludin menuju rumah duka di Kabila, Bone Bolango. Prosesi berjalan tertib dengan pengawalan TNI dan kepolisian. Keluarga besar mengikuti dari belakang dengan wajah sendu dan mata berkaca-kaca.

Putra Gorontalo itu di kenal disiplin dan berdedikasi tinggi selama bertugas di kesatuan Marinir. Ia tak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga masyarakat tempat kelahirannya. Dari sosoknya, tergambar semangat juang yang pantang menyerah.

Di tengah latihan pratugas di Bogor, Rein Pasau menghadapi ujian terakhir dalam hidupnya. Longsor besar datang tanpa peringatan, menimbun sejumlah prajurit di area latihan. Namun semangat pengabdian yang ia tinggalkan tetap menjadi warisan bagi rekan sejawat.

Melalui upacara sederhana namun bermakna, penghormatan terakhir di berikan kepada Rein Pasau. Kepergiannya mengingatkan semua tentang arti pengabdian sejati bagi tanah air. Dari tanah kelahiran, doa tulus dipanjatkan untuk prajurit yang gugur dalam tugas.