Telaga Biru, 24 Oktober 2025 — Mentari pagi menembus kabut tipis menyinari Satgas TMMD ke-126 bersama warga yang bersiap bekerja. Suara tawa, teriakan semangat, dan denting sekop berpadu menjadi irama kehidupan. Sementara itu, harapan warga menempel pada setiap langkah mereka.
Progres jalan rabat beton mencapai 56 persen. Angka itu bukan sekadar statistik, tetapi bukti tekad dan kerja keras. Selanjutnya, setiap coran dan susunan batu menjadi tanda pengabdian tulus bagi masyarakat Tonala.
Program TMMD bukan proyek singkat. Ia wujud nyata mendekatkan negara kepada rakyat. Dengan jalan baru, akses ke sekolah, pertanian, dan pusat ekonomi warga kini lebih mudah.
Sebelumnya, jalan berlumpur menyulitkan aktivitas warga. Anak-anak ke sekolah basah, petani kesulitan mengangkut panen. Kini, dengan beton yang mulai terbentang, harapan tumbuh, sementara semangat kerja sama warga makin terasa.
Setiap pagi, Satgas TMMD berdoa singkat sebelum membagi tugas. Ada yang menakar semen, menata batu, dan mengangkut pasir, sementara warga turut membantu. Transisi dari persiapan ke kerja nyata menimbulkan momen kebersamaan yang hangat.
Hasil kerja 17 hari terlihat jelas. Jalan yang dulunya becek kini mulus, kendaraan melintas lancar, dan anak-anak ke sekolah tanpa takut terpeleset. Bahkan pedagang mulai merencanakan kios kecil, menandakan denyut ekonomi baru mulai hidup perlahan.
Menjelang senja, Satgas menutup hari dengan doa bersama. Tangan berdebu dan wajah peluh, namun hati tenang. Jalan yang mulai mengeras tampak berkilau, seolah menyambut masa depan, sementara TMMD ke-126 meninggalkan jejak nyata: pengabdian, kebersamaan, dan harapan bagi Tonala.












