Gorontalo, 26 Juli 2026 – Babinsa Koramil 1315-02/Limboto, Sersan Satu La Ode Usman, mewakili Danramil hadir pada Penutupan Ijtimak Tingkat Nasional Ke-XXII Kerukunan Kekeluargaan Thariqatul Ma’rifatillah Al-Qadiriyah An-Nur Tauhid Se-Indonesia Tahun 2026. Selain itu, sekitar 455 peserta memadati Masjid Sirrul Asror, Kelurahan Tilihuwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Dengan demikian, kehadiran Babinsa memperkuat dukungan TNI terhadap persatuan umat.
Sejak pagi, acara penutupan berlangsung tertib dan khidmat serta melibatkan unsur pemerintah, kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat. Selanjutnya, rangkaian acara meliputi pembukaan, pembacaan Kalam Ilahi, lagu Indonesia Raya, sambutan, doa, hingga foto bersama. Alhasil, seluruh tahapan berjalan lancar dan penuh kekhusyukan.
Perwakilan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Polda Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Kementerian Agama, Nahdlatul Ulama, serta pimpinan pondok pesantren turut hadir. Selain itu, tamu undangan dari berbagai unsur ikut meramaikan suasana. Oleh karena itu, silaturahmi antarelemen semakin erat dan sinergi semakin kuat.
Camat Limboto menyampaikan apresiasi kepada panitia dan peserta atas suksesnya pelaksanaan Ijtimak Nasional. Selanjutnya, pemerintah berharap kegiatan serupa terus menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan. Dengan demikian, harapan tersebut mendapat sambutan positif dari peserta.
Ijtimak Nasional menjadi wadah memperkuat ukhuwah Islamiah, pembinaan akhlak, serta penguatan nilai keagamaan. Selanjutnya, peserta memperoleh ajakan menjaga persatuan, memperluas silaturahmi, dan menumbuhkan semangat kebajikan. Oleh sebab itu, nilai tersebut menjadi bekal penting bagi kehidupan bermasyarakat.
Kehadiran Babinsa mencerminkan komitmen TNI AD mempererat hubungan bersama masyarakat. Selanjutnya, komunikasi antara aparat, tokoh agama, dan warga terus terjalin guna menjaga keamanan serta ketertiban wilayah. Oleh karena itu, semangat gotong royong semakin kokoh.
Penutupan Ijtimak Tingkat Nasional Ke-XXII berlangsung penuh keakraban dan kebersamaan. Selanjutnya, seluruh rangkaian kegiatan memperkuat persaudaraan, ukhuwah Islamiah, serta semangat persatuan. Akhirnya, momentum tersebut menjadi penguat kolaborasi dan nilai keagamaan bagi masyarakat.


















