Gorontalo, 28 Mei 2026 – Kerusakan jalan mulai terlihat cukup parah setelah sebagian tepi jalan mengalami amblas akibat pergeseran tanah pada area tersebut. Kondisi itu membuat warga yang melintas harus ekstra hati-hati karena jalur penghubung antardesa berada dalam keadaan rawan longsor susulan.
Intensitas hujan yang terus meningkat membuat struktur tanah menjadi labil dan mudah mengalami pergeseran pada area rawan longsor. Karena itu, masyarakat diminta tetap berhati-hati terutama saat melintas pada jalur penghubung Desa Bakti dan Desa Batulayar.
Gangguan akses jalan tersebut tidak hanya memengaruhi mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga sekitar. Distribusi hasil pertanian dari Desa Bakti menuju Desa Batulayar mulai terhambat akibat kondisi jalan yang mengalami kerusakan cukup parah.
Selain memasang tanda pengamanan, aparat dan warga juga terus memantau kondisi retakan tanah yang berada dekat badan jalan utama. Langkah tersebut di lakukan agar masyarakat dapat segera memperoleh informasi apabila terjadi longsor susulan pada area rawan.
Selain mengancam akses jalan, warga juga takut longsor susulan dapat mendekati permukiman yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk menangani kerusakan tersebut.
Masyarakat merasa terbantu dengan kehadiran aparat teritorial yang cepat turun ke lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali. Komunikasi antara Babinsa dan warga juga terus terjalin baik selama proses pemantauan berlangsung.
Melalui kerja sama aparat, pemerintah, dan masyarakat, akses jalan tersebut di harapkan segera mendapat penanganan agar kembali aman di lalui kendaraan. Perbaikan cepat sangat di perlukan demi menjaga mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.


















