Gorontalo, 17 Februari 2026 — Pemerintah Kecamatan Telaga Jaya bersama unsur TNI, tokoh agama, serta masyarakat melaksanakan kegiatan adat Tonggeyamo sebagai penentuan awal 1 Ramadhan 1447 H/2026 M. Serda Jalaludin Olii dari Koramil 1315-01/Telaga hadir mewakili Danramil pada acara tersebut. Selain itu, melalui kegiatan ini, kerja sama lintas sektor tampak semakin kokoh dan memberi warna baru bagi kebersamaan masyarakat.
Pada kesempatan itu, para pemimpin daerah dan tokoh masyarakat hadir memberikan kontribusi berharga. Mohammad Ronal Abdini, S.Pd., M.M., bersama Iptu Fredi, S.H., serta Kepala Desa Luwoo, Ibrahim Rahman, tampak berdampingan dengan para tokoh agama. Sementara itu, pandangan dari Hj. Hasan Jakaria, Rudin Hasan, dan Jafar Antu menambah kedalaman diskusi keagamaan yang berlangsung hangat.
Selanjutnya, Camat Telaga Jaya membuka kegiatan dengan pesan penting agar tradisi Tonggeyamo tetap terjaga sebagai warisan leluhur. Sesudah sambutan tersebut, peserta membahas berbagai persiapan salat Idulfitri dengan penuh kebersamaan. Selain itu, diskusi berlangsung aktif dan menghasilkan banyak masukan berharga bagi umat.
Kemudian, rangkaian pembahasan berjalan lancar melalui partisipasi seluruh peserta yang antusias. Banyak topik penting seperti teknis dan waktu pelaksanaan salat Idulfitri di kaji bersama secara mendalam. Akhirnya, di sepakati untuk menunggu keputusan resmi yang akan di tetapkan oleh pemerintah pusat sebagai pedoman bersama.
Sementara itu, suasana keakraban makin terasa ketika sesi istirahat berlangsung dengan hangat. Banyak tokoh masyarakat saling bertukar pandangan mengenai pentingnya kekompakan dalam menjaga kerukunan. Di samping itu, kegiatan ini juga memperkuat nilai religius sekaligus menumbuhkan semangat persatuan di antara warga Telaga.
Sebagai penutup, seluruh tokoh dan warga sepakat menerima keputusan resmi pemerintah dengan penuh rasa syukur. Berdasarkan hasil penetapan, 1 Ramadhan 1447 H/2026 M jatuh pada hari Kamis, 19 Februari. Dengan demikian, tradisi adat Tonggeyamo kembali menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat Kecamatan Telaga.












