Gorontalo, 6 Februari 2026 — Ratusan jamaah memadati Masjid Agung Baiturrahman Limboto saat kegiatan ceramah agama yang dirangkaikan dengan penutupan Majelis Taklim dan Halal Bi Halal tingkat Kabupaten Gorontalo. Suasana hangat dan religius terasa kuat, terlebih saat Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo Letkol Arh Roma Laksana Yudha, S.A.P., M.Sos., hadir memberi dukungan bagi pembinaan rohani masyarakat.
Pada Jumat pagi pukul 07.15 Wita, para pejabat dan tokoh agama turut hadir memperkuat makna kebersamaan. Bupati Gorontalo H. Sofyan Puhi, S.T., bersama Wakil Bupati H. Tonny S. Junus dan Sekretaris Daerah Sugondo A. Makmur, S.Pd., M.H., tampak hadir bersama jamaah. Sementara itu, Al Habib Salim bin Abdurrahman Aljufri menjadi penceramah utama yang membawa pesan menyejukkan.
Masjid Agung Baiturrahman terlihat semarak dengan jamaah dari berbagai wilayah Limboto. Mereka datang bukan hanya untuk mendengarkan tausiyah, tetapi juga memperkuat iman menjelang Ramadan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an sejak awal menambah kekhusyukan dan ketenangan hati seluruh hadirin.
Dalam sambutannya, Bupati Gorontalo menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang penuh nilai spiritual. Ia menyebut program Navigasi Iman menjadi wadah pembinaan karakter bagi ASN dan masyarakat. Menurutnya, pembangunan harus berjalan seimbang antara kemajuan lahiriah dan keteguhan batin.
Selanjutnya, Bupati menegaskan bahwa Navigasi Iman akan berhenti sementara memasuki Ramadan. Sebagai gantinya, pemerintah melanjutkan pembinaan melalui Safari Ramadan di tiap kecamatan. Dengan cara ini, tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat terus terjaga serta membawa keberkahan.
Al Habib Salim bin Abdurrahman Aljufri menyampaikan pesan penting tentang keikhlasan dan ukhuwah Islamiyah. Ia mengajak jamaah menjaga hati, memperbanyak doa, serta mempererat persaudaraan. Ceramahnya ditutup dengan doa bersama yang menghadirkan suasana damai dan haru.
Di akhir acara, Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo Letkol Arh Roma Laksana Yudha memberikan apresiasi atas antusias masyarakat. Ia menilai kegiatan keagamaan ini memperkuat karakter, kebersamaan, dan hubungan TNI dengan rakyat. Dari momentum itu, semangat gotong royong serta nilai keimanan tumbuh semakin kokoh dalam kehidupan masyarakat Gorontalo.
