Pulubala, 27 September 2025 – Hujan deras melanda Kecamatan Pulubala pada Sabtu siang, 27 September 2025. Sekitar pukul 14.46 Wita, derasnya aliran sungai di Desa Pulubala membuat banjir dan menghanyutkan jembatan darurat warga. Kejadian ini langsung mengganggu akses masyarakat.
Jembatan darurat menjadi jalur penting penghubung Dusun Titileya, Dusun Diata, dan Dusun Kemiri. Selain itu, jalur ini juga mengarah ke Desa Ilomata. Kehilangan jembatan membuat warga kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.
Pratu R. Paukuma, Babinsa Koramil 04/Tibawa, bersama aparat desa dan warga segera memeriksa lokasi. Kehadiran Babinsa menunjukkan respon cepat TNI AD membantu masyarakat menghadapi bencana. Langkah ini memberikan rasa aman bagi warga.
Langkah cepat dilakukan dengan koordinasi pemerintah desa dan Polsek Pulubala. Selain itu, Babinsa mengingatkan warga agar tidak menyeberangi sungai, baik dengan motor maupun mobil. Arus deras membuat jalur sangat berbahaya.
Situasi di lapangan tetap menegangkan karena arus belum surut. Warga yang biasa melewati jembatan menunda aktivitas mereka. Babinsa juga melaporkan kondisi ke komando atas untuk mendapat perhatian cepat.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material terasa. Satu unit jembatan darurat hanyut terbawa banjir. Peristiwa ini menekankan pentingnya infrastruktur kuat dan tahan bencana di wilayah rawan banjir.
Hingga laporan disampaikan, warga masih menunggu pemerintah membangun kembali akses yang terputus. Tanpa jembatan, beberapa dusun praktis terisolasi. Kejadian ini menjadi peringatan agar masyarakat dan pemerintah lebih siap menghadapi bencana.
