Ribuan Hektare Jagung Dipanen Serentak di Kabupaten Gorontalo, Simbol Kekuatan Petani dan Pemerintah Daerah Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

oleh -406 Dilihat

Limboto, 27 September 2025 — Hamparan jagung di Kelurahan Biyonga ramai aktivitas pada Sabtu siang. Sekitar pukul 11.00 Wita, petani bersama pemerintah dan Forkopimda berkumpul untuk Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III. Kegiatan ini mendukung Swasembada Pangan 2025 sekaligus Program Astacita Presiden di sektor pangan.

Hadir Gubernur Gorontalo Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. Widodo, dan pejabat tinggi lain. Termasuk Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo Letkol Arh Roma Laksana Yudha, Kapolres, Danlanal, serta Dansatrad Gorontalo. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan pemerintah untuk kemandirian pangan.

Selain itu, perwakilan TNI melalui Danramil Limboto, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten, Camat Limboto, dan Lurah Biyonga hadir di lahan jagung. Semua pihak bersatu memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ekonomi Gorontalo. Kehadiran bersama menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi.

Kegiatan istimewa karena terhubung virtual dengan Kapolri yang menyapa petani. Kapolri memberi apresiasi kerja keras petani dan dukungan pemerintah daerah. Momentum ini menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi prioritas nasional.

Gubernur Gorontalo menekankan jagung sebagai komoditas andalan daerah. Keberhasilan panen kali ini hasil kolaborasi petani dengan pemerintah provinsi dan kabupaten. Ia optimis Gorontalo siap menjadi lumbung pangan nasional mendukung Swasembada Pangan.

Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo Letkol Arh Roma Laksana Yudha menegaskan dukungan TNI mendampingi petani. Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah sipil, tetapi juga menjaga stabilitas nasional. Babinsa berperan aktif meningkatkan produktivitas pertanian bersama masyarakat.

Petani tampak antusias karena panen membuahkan hasil kerja keras berbulan-bulan. Acara berjalan lancar hingga pukul 12.54 Wita dengan prosesi panen, sambutan, dan doa bersama. Kegiatan ini menjadi simbol sinergi pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat untuk ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.