Gorontalo, 14 Juli 2026 – Kapten Inf. Jacobus Tuju selaku Pjs. Pasipers Kodim 1315/Kab. Gorontalo mengikuti Rekonsiliasi Data Kepesertaan TNI se-Provinsi Gorontalo. Kegiatan berlangsung di Aula Meeting Hotel Aston, Kota Gorontalo, Selasa pukul 09.45 Wita. Selain memperkuat koordinasi, forum tersebut juga menjadi sarana sinkronisasi data antara jajaran TNI dan BPJS Kesehatan.
Awal kegiatan di awali registrasi JKN sebelum peserta memasuki agenda utama. Selanjutnya, Lagu Indonesia Raya berkumandang sebagai pembuka rangkaian acara. Setelah itu, panitia menyampaikan sambutan sekaligus memaparkan tujuan rekonsiliasi guna menyamakan data kepesertaan.
Selanjutnya, BPJS Kesehatan memaparkan materi sosialisasi mengenai pengelolaan administrasi kepesertaan secara menyeluruh. Selain itu, peserta menerima penjelasan terkait mekanisme pembaruan data. Dengan demikian, materi tersebut menjadi acuan guna memperkuat kualitas pelayanan bagi prajurit beserta keluarga.
Kemudian, forum memasuki agenda utama berupa rekonsiliasi data yang melibatkan seluruh perwakilan satuan TNI wilayah Gorontalo. Selanjutnya, peserta melaksanakan verifikasi serta pencocokan data secara teliti. Oleh karena itu, setiap temuan menjadi bahan pembahasan bersama guna menyempurnakan administrasi kepesertaan.
Sementara itu, suasana forum semakin aktif saat sesi tanya jawab dimulai. Selain menyampaikan berbagai kendala, peserta juga memberikan usulan sebagai bahan perbaikan. Dengan begitu, hasil pembahasan mampu memperkuat validitas data kepesertaan TNI secara menyeluruh.
Lebih lanjut, Kapten Inf. Jacobus Tuju mengikuti seluruh rangkaian rekonsiliasi hingga selesai. Kehadiran tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Kodim 1315/Kab. Gorontalo dalam mendukung tertib administrasi kepesertaan. Oleh sebab itu, sinergi antara TNI dan BPJS Kesehatan terus terjalin semakin baik.
Akhir kegiatan ditandai penandatanganan berita acara rekonsiliasi oleh seluruh peserta sebagai bentuk kesepakatan bersama. Selanjutnya, dokumen tersebut menjadi dasar tindak lanjut hasil pembahasan. Dengan demikian, akurasi data kepesertaan tetap terjaga sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi prajurit TNI beserta keluarganya.


















