Gorontalo, 17 Februari 2026 — Malam penuh kehangatan terasa di Kecamatan Tibawa saat masyarakat berkumpul dalam kegiatan adat Tonggeyamo. Tradisi ini menjadi momen penting penetapan 1 Ramadhan 1447 H/2026 M. Banyak harapan muncul agar tradisi ini terus tumbuh sebagai warisan budaya lintas generasi.
Pada kesempatan yang penuh makna itu, Sertu Fredy Naue bersama Babinsa Koramil Tibawa hadir dengan penuh rasa hormat. Mereka turut menjalin silaturahmi dengan tokoh adat dan masyarakat. Selain itu, suasana yang hangat menunjukkan sinergi antara aparat dan warga dalam menjaga nilai kearifan lokal.
Banyak tokoh masyarakat dan pejabat menghadiri kegiatan tersebut sehingga suasana semakin semarak. Antara lain hadir Camat Tibawa Abdul Aziz Pakaya, S.ST., M.P.H., Kepala KUA Hamzah Abd. Pattamani, serta Sekretaris Camat Irwan Tayeb. Tak hanya itu, tokoh adat Ismail Djafar dan perwakilan kepolisian Aiptu Marwan turut hadir memberi dukungan.
Selain para pejabat, tokoh adat Hasan Datau, Iyus Madja, dan Abubakar Mootalu juga tampak ikut serta. Mereka memperkuat semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Tibawa. Karena itu, kehadiran mereka menambah nilai kebersamaan dalam kegiatan adat penuh makna tersebut.
Rangkaian acara berlangsung tertib dan berurutan dengan berbagai tahapan yang sakral. Prosesi diawali dengan pembukaan lalu dilanjutkan ritual Momiduto Mbu’i dan Mopodungga Adati. Banyak peserta terlihat khusyuk ketika Ketua PHBI menyampaikan sambutan singkat yang sarat nilai budaya.
Momen yang paling ditunggu hadir ketika Tuan Hakim secara resmi menetapkan 1 Ramadhan 1447 H. Keputusan itu disambut haru dan syukur oleh warga yang hadir. Selain itu, suasana penuh kebahagiaan mencerminkan rasa syukur menyambut bulan suci penuh berkah.
Sebagai penutup, Camat Tibawa menyampaikan pesan kebersamaan dan pelestarian budaya lokal. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai persatuan di tengah masyarakat. Dengan demikian, kegiatan Tonggeyamo bukan hanya simbol adat, tetapi juga perekat sosial bagi warga Tibawa.












