Gorontalo, 25 April 2026 – Pelaksanaan TMMD Ke-128 wilayah Boalemo tampilkan pendekatan tidak hanya fokus fisik. Satgas hadirkan kegiatan nonfisik berupa edukasi bahaya narkoba kepada masyarakat. Sementara itu, sebagai langkah awal, generasi muda jadi sasaran utama sehingga keseimbangan fisik dan mental terus terjaga.
Selanjutnya, penyuluhan bahaya narkoba hadirkan aparat penegak hukum sebagai narasumber utama. Aipda Hamzah sampaikan materi secara jelas kepada masyarakat. Selain itu, peserta terlihat aktif sehingga suasana kegiatan berjalan tertib dan penuh perhatian.
Kemudian, Letkol Czi Wiratama Suryono selaku Dansatgas TMMD Ke-128 tegaskan pembangunan tidak hanya bersifat fisik. Ia tekankan pentingnya pembinaan mental serta karakter masyarakat. Oleh sebab itu, pendekatan menyeluruh terus berjalan secara berkelanjutan.
Program TMMD Ke-128 tidak hanya targetkan pembangunan infrastruktur semata. Satgas jalankan kegiatan nonfisik sebagai bagian pembinaan masyarakat. Dengan demikian, edukasi bahaya narkoba jadi perhatian utama agar generasi muda lebih terlindungi.
Di sisi lain, kerja sama dengan pihak kepolisian bertujuan perkuat edukasi hukum kepada masyarakat. Narkoba nilai sebagai ancaman besar bagi generasi muda serta lingkungan sosial. Oleh karena itu, upaya pencegahan terus jadi prioritas utama secara bersama.
Aipda Hamzah jelaskan hukum berlaku tegas dalam kasus narkotika tanpa pengecualian. Ia paparkan sanksi berat bagi pengedar serta proses rehabilitasi bagi pengguna. Dengan demikian, masyarakat makin paham risiko serta konsekuensi hukum.
Peserta terima imbauan agar jaga masa depan dengan menjauhi narkoba. Apresiasi juga tertuju kepada Satgas TMMD atas fasilitasi kegiatan tersebut. Oleh karena itu, sinergi TNI, Polri, dan pemerintah terus kuat sehingga masyarakat lebih terlindungi.


















